Banten, Indonesia ———- Di Tengah hiruk pikuk perkembangan Kota Serang, Berdiri sebuah saksi bisu peradaban masa lampau yang menyimpan kisah Panjang perjuangan dan kolonialisme. Benteng Speelwijk, bangunan pertahanan peinggalan Belanda yang dibangun pada tahun pada tahun 1681 oleh gubernur jenderal VOC Cornelis Speelman, kini menjadi destinasi wisata Sejarah yang terus menarik perhatian wisatawan local maupun mancanegara.
Berada di Kawasan Banten Lama, benteng ini dibangun dengan tujuan strategis untuk memperkuat dominasi VOC dan mengendalikan jalur perdagangan di Selat Sunda. Struktur bangunan yang terbuat dari batu karang dan bata merah ini memperlihatkan keteguhan arsitektur militer eropa di masa lampau. Meski Sebagian dindingnya sudah mengalami kerusakan akibat usia dan cuaca, sisa-sisa bangunan seperti ruang penjara, Lorong pengawas, dan tembok yang masih kokoh tampak jelas memperlihatkan kemegahannya.
Selain menjadi saksi Sejarah kolonialisme, Kawasan sekitar benteng dahulu merupakan pemukiman orang Belanda pusat pengendalan VOC setelah melemahnya kesultanan banten. Kini, benteng speelwijk menjadi salah satu ikon wisata edukasi yang kerap dikunjungi pelajar, peneliti dan Masyarakat yang ingin mengetahui Sejarah perjuangan banten. Sejumlah pengunjung mengaku bahwa suasana benteng ini memiliki daya Tarik tersendiri. “Disini terasa sekali nuansa sejarahnya. Kita seperti diajak Kembali ke masa lalu dan melihat bagaimana beratnya perjuangan rakyat banten, “ ujar salah satu pengunjung saat ditemui dilokasi.
Pemerintah daerah terus mendorong Upaya revitalisasi Kawasan cagar budaya banten lama, termasuk benteng speelwijk, agar tetap terawatt dan mampu menjadi pusat edukasi Sejarah bagi generasi mendatang. Revitalisasi juga diharapkan dapat meningkatkan potensi pariwisata budaya di banten.
Benteng speelwijk bukan sekedar bangunan tua, melainkan pengingat penting tentang perjalanan Panjang bangsa Indonesia dalam melawan penjajah dan merebut kemerdekaan. Dibalik tembok-tembok yang mulai ditelan usia, tersimpan cerita yang harus dijaga dipelajari dan diwariskan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































