Pernahkah kamu menyadari bahwa musik sangat berpengaruh terhadap suasana hati kita setiap harinya? Hari yang penuh kelabu berubah menjadi berwarna dalam hitungan detik saat kita mendengarkan musik, begitu pun sebaliknya. Ia mampu menyelinap ke dalam relung emosi kita, mengguncangnya, lalu membangun emosi baru dengan cepat, jauh melampaui kecepatan secangkir kopi panas atau obrolan hangat dengan teman. Musik memiliki kekuatan tersendiri, cukup dengan nada, ritme, dan kenangan yang terselip di birama, ia sudah mampu membuat kita tersenyum, menangis, semangat, atau bahkan tenang seketika.
Otak kita memang sudah dirancang untuk terus jatuh cinta pada musik. Begitu irama mengalun, suara itu menerobos masuk ke bagian otak paling dalam, tempat semua perasaan kita berkumpul. Di sana, musik memicu pelepasan dopamin, hormon yang sama saat kita makan coklat favorit atau bertemu orang yang kita cintai. Itulah mengapa ada lagu yang tiba-tiba membuat merinding, bulu kuduk berdiri, atau kaki dan tangan langsung ingin bergerak sendiri di tengah kamar. Tempo yang cepat membuat jantung ikut lari kencang, napas jadi cepat, dan badan penuh semangat. Sebaliknya, tempo yang lambat perlahan menenangkan detak jantung, napas mengalir panjang, dan rasanya seperti sedang dipeluk lembut angin malam.
Otak kita tidak hanya mendengarkan nada, ia juga mengenali “cerita” di balik lagu itu. Ketika lagu yang dulu diputar saat jalan-jalan bareng teman atau saat jatuh cinta tiba-tiba muncul lagi, otak langsung melakukan dua hal sekaligus, yaitu melepaskan dopamin seperti biasa, sekaligus membuka kotak kenangan yang sudah lama tertutup. Bagian otak yang mengatur emosi (sistem limbik) langsung bekerja sama dengan bagian yang menyimpan memori (hippocampus). Hasilnya, dalam hitungan detik, kita seperti terlempar kembali ke masa itu, wangi parfumnya, rasa gugup saat kencan pertama, tawa dan obrolan saat menikmati es krim vanila cone setelah menonton film lalu duduk sambil melihat mobil dan motor berlalu lalang, atau hari saat orang yang kita cintai meninggalkan kita. Semua terasa hidup lagi, bahkan lebih jelas daripada kalau kita sengaja mencoba mengingatnya.
Kekuatan musik memang terasa berbeda-beda tergantung genrenya, seperti saat memilih pakaian sesuai cuaca hati. Misalnya musik klasik, sering jadi teman terbaik saat kita butuh fokus, nada-nada yang mengalir teratur seolah menyalakan lampu kecil di kepala, membuat pikiran lebih jernih dan tugas terasa lebih ringan. Lo-fi atau ambient, dengan iramanya yang pelan dan lirik yang hampir tak ada, seperti selimut yang menenangkan pikiran, cocok sekali saat cemas menyerang atau ingin duduk diam menata napas. Tapi kalau energi lagi habis, rock atau EDM siap mengguncang adrenalin. Beat yang keras dan cepat itu seperti menyuntik semangat langsung ke pembuluh darah, tiba-tiba kaki ingin melangkah lebih cepat dan tangan ingin mengepalkan udara.
Musik bukan hanya sekadar hiburan, melainkan obat hati yang paling mudah didapatkan. Saat baru putus cinta, banyak orang justru sengaja memutar lagu-lagu sendu supaya bisa menangis sejadi-jadinya, bukan karena ingin semakin terpuruk, melainkan membiarkan kesedihan mengalir justru mempercepat penyembuhan. Di sisi lain, saat kita merasa malas untuk memulai hari atau pekerjaan menumpuk setinggi gunung, cukup putar lagu-lagu ceria, dan dalam sekejap perasaan “aku tidak sanggup” menjadi “ayo satu langkah lagi, aku pasti bisa!”
Beberapa ilmuwan sudah membuktikan bahwa mendengarkan musik yang kita sukai selama beberapa menit saja bisa menurunkan kadar kortisol (hormon stress) dan membuat suasana hati jauh lebih baik. Jadi, saat kamu merasa hampa, sedih, atau terlalu lelah untuk melangkah dan menjalani hari, cobalah untuk mulai memutar lagu yang pernah menemanimu di saat-saat terbaik hidupmu. Musik tidak hanya mengubah mood, ia mengingatkan kita bahwa perasaan sekacau apapun bisa diatur ulang dengan tiga sampai empat menit melodi yang pas.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































