Lahan kosong yang semakin berkurang di perkotaan tidak menghalangi untuk hobi menanam. Pemanfaatan lahan kosong di perkotaan juga sebuah langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kualitas lingkungan di tengah tekanan pertumbuhan saat ini. Pemanfaatan lahan kosong untuk dijadikan Urban farming adalah langkah yang harus diacungi jempol. Urban farming adalah kegiatan menanam atau memelihara hewan untuk memenuhi pangan hingga menambah penghasilan. Urban farming dapat memanfaatkan lahan perkarakan, balkon ataupun atap rumah untuk menanam atau memelihara hewan. Salah satu opsi tanaman yang potensial untuk ditanam adalah tanaman jagung. Jagung memiliki keunggulan sebagai tanaman urban farming, seperti pertumbuhan yang relatif cepat sekitar 2-3 bulan. Jagung juga dapat tumbuh di berbagai lokasi asalkan mendapat cahaya matahari yang cukup, tanah yang subur dan gembur. Jagung juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Pak De (panggilan) mengatakakan “jagung lebih mudah dirawat dari tanaman lain, cepat juga panennya. Kita memelihara ayam juga, nah jagung bisa jadi pangannya”.
Di kawasan perkotaan yang padat terkadang ditemukan lahan-lahan kosong yang tidak dimanfaatkan secara optimal, seperti perkarakan, taman belakan, atau gang kecil diantar bangunan. Dengan mengisi ruang-ruang kosong ini dengan tanaman jagung skala kecil, masyarakat bisa mendapatkan sumber pangan segar yang mudah diakses, sekaligus menciptakan ruang hijau. Menanam jagung di perkotaan juga dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenainya penting ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Namun keberhasilan urban farming jagung juga bergantung pada pemilihan varietas yang sesuai, teknik bercocok tanam yang efisien, dan dukungan dari pemerintah maupun komunitas lokal.
Pemanfaatan lahan kosong perkotaan bukan hanya bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperbaiki kualitas udara, mengurangi panas kota, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran menjaga lingkungan. Oleh karena itu. Pengembangan tanaman jagung di lahan-lahan kosong perkotaan sangat potensial dan layak untuk didorong sebagai bahan dari strategi urban farming yang lebih inovatif
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































