Jakarta — Seorang bayi yang diduga baru saja dilahirkan ditemukan hidup dalam kondisi telanjang di dalam sebuah goodie bag di Jalan Kramat Oyar, Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu pagi (16/11/2025), ketika petugas PPSU dan warga tengah melakukan kerja bakti, sebelum akhirnya diselamatkan dan dibawa ke puskesmas oleh petugas.
Penemuan itu terjadi saat petugas PPSU dan unsur RT, RW, LMK, serta perangkat kelurahan dan kecamatan melaksanakan kegiatan rutin Aksi Kerja Bakti Minggu Pagi (AKMP). Bayi ditemukan dalam kondisi telanjang bulat, hanya diletakkan di atas sajadah, dan masih terdapat bercak darah di tubuhnya. Di dalam bungkusan body bag itu juga ditemukan ari-ari yang telah dipisahkan, disimpan dalam plastik merah, menandakan bayi kemungkinan baru beberapa saat dilahirkan.
Penemuan bermula ketika Niko, petugas PPSU Kelurahan Setu, mendengar suara tangis dari tumpukan sampah liar di pinggir jalan.
“Awalnya kami kira suara kucing. Tapi setelah didengar lagi, ternyata seperti suara bayi,” ujarnya.
Ia dan tiga rekannya kemudian masuk ke area semak dan menemukan sebuah body bag berwarna coklat yang mencurigakan. Niko segera mengangkat bungkusan itu ke tepi jalan sebelum membukanya bersama warga dan aparat.
“Setelah dibuka, benar itu bayi. Masih hidup, masih nangis. Kondisinya telanjang, cuma ditaruh di sajadah, dan ada ari-ari dalam plastik merah,” jelasnya.
Menyadari kondisi darurat, Niko bersama LMK RW 04 langsung membawa bayi tersebut menggunakan sepeda motor ke Puskesmas Kecamatan Cipayung. Pihak puskesmas memastikan bayi dalam kondisi aktif dan responsif.
Setelah tindakan medis awal, pihak kelurahan, kecamatan, dan kepolisian melakukan pemeriksaan lokasi serta menindaklanjuti laporan masyarakat.
Ketua Lingkungan RW 04, Herman, mengatakan bahwa kasus ini telah masuk dalam penanganan penuh pihak kepolisian.
“Penemuan bayi ini masih dalam proses penyidikan. Beruntung bayi ditemukan masih hidup oleh petugas PPSU dan warga,” ujarnya.
Herman juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, segera lapor RT, RW, atau kepolisian. Kita jaga anak-anak kita, jangan sampai terjadi hal seperti ini lagi, khususnya di RW 04 dan Kelurahan Setu,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa lokasi pembuangan berada di jalur perbatasan Jakarta–Bekasi, sehingga pelaku bisa berasal dari luar wilayah.
“Kita tidak tahu pelakunya dari mana, karena ini jalan lintas. Bisa saja dari sekitar kita atau dari arah Bekasi,” tambahnya.
Terkait rencana adopsi, pihak kelurahan mengungkapkan bahwa beberapa warga telah menyatakan minat. Namun proses adopsi belum dapat diproses sebelum penyidikan selesai.
“Banyak yang ingin mengadopsi, tetapi semua harus menunggu pemberkasan lengkap dan proses penyidikan tuntas,” ujarnya.
Saat ini bayi telah dirujuk ke rumah sakit Pasar Rebo untuk pemeriksaan lanjutan sebelum diserahkan ke dinas sosial dan lembaga perlindungan anak. Polisi masih menyelidiki pelaku pembuangan dan motifnya. ( Syafira Fauzia Nurdiansyah, Putra Apriliyadi, Drian Aidil Gematama)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































