Ciamis, Jawa Barat – 3 April 2026 – Sebuah kisah persahabatan sejati lahir dari keringat, tawa, dan pemandangan indah di puncak-puncak gunung. Kelompok sahabat asal Ciamis dan Tasikmalaya, yang terdiri dari Rizky Renada (20 thn, Ciamis), Fery Pajri (19 thn, Ciamis), Rangga Saputra (19 thn, Ciamis), Winda Damayanti (23 thn, Ciamis), Lala Widia Ramadani (23 thn, Tasikmalaya), dan Ramhi (23 thn, Tasikmalaya), baru saja menyelesaikan ekspedisi seru menaklukkan lima gunung ikonik di Jawa Barat. Petualangan 2 hari 1 malam ini bukan hanya tentang mendaki, tapi juga memperkuat ikatan sahabat di tengah alam liar.
Yang bikin spesial? Mereka memulai dari Gunung Ciremai via Apuy (camping 2 hari 1 malam), puncak tertinggi di Jawa Barat setinggi 3.078 mdpl. Jalur Apuy yang landai tapi panjang ini menawarkan hutan lebat, air terjun, dan sunrise epik dari Palutungan. “Sahabat itu penting banget di pendakian. Kita saling motivasi saat capek, bagi tenda, dan jaga makanan malam hari,” cerita Rizky Renada, inisiator grup. Di Ciremai, mereka belajar poin krusial: persiapan fisik (latihan lari mingguan), packing lengkap (sleeping bag, headlamp, obat P3K), dan etika no-trace (bawa turun sampah sendiri).
Tak berhenti di situ, rombongan lanjut ke Cikuray via Tapak Gerot (2.282 mdpl), jalur misterius dengan padang sabana luas dan kabut tebal – sempurna untuk foto Instagram! Lalu Gunung Sagara via Sagara (2.272 mdpl), yang terkenal dengan camping spot indah di tengah perkebunan teh. Gunung Syawal via Kantenan (2.099 mdpl) jadi tantangan selanjutnya, dengan trek curam tapi pemandangan Pantai Pangandaran dari puncak. Penutup manis di Gunung Guntur via Cikahuripan (2.230 mdpl), vulkanik aktif yang bikin adrenalin naik, plus bonus Gunung Gede via Putri untuk variasi.
Persahabatan mereka jadi kunci sukses. Fery dan Rangga, duo termuda, bertugas jadi ‘navigator’ dengan GPS dan peta. Winda dan Lala handle logistik makanan – mie instan jadi menu bintang! Ramhi, sang veteran, ajarin teknik rappeling darurat. “Pendakian gunung ajarin kita teamwork. Kalau sendirian, mungkin nyerah di tengah hutan,” tambah Winda Damayanti.
Petualangan ini jadi pengingat: sahabat sejati adalah yang nemenin lewatin badai dan nikmatin rainbow-nya. Bagi pemula yang terinspirasi, tips dari mereka: cek cuaca via BMKG, daftar izin pendakian, dan mulai dari gunung rendah. Siapa tahu, grup sahabatmu berikutnya?
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


























































