Yogyakarta — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta menggelar Pesantren Ramadan 1447 Hijriah dengan mengusung tema “Bersama Mewujudkan Generasi Unggul dan Berakhlakul Karimah”. Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Senin (2/3/2026) pagi di aula madrasah oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wakhid Hasyim, S.Pd.I., M.A.
Pesantren Ramadan bagi murid kelas X dan XI ini dilaksanakan secara bergantian hingga Rabu pekan depan. Program tersebut menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus refleksi diri di tengah dinamika kehidupan remaja yang kian lekat dengan teknologi digital.
Dalam sambutannya, Wakhid menyampaikan pesan Kepala Madrasah agar para murid mampu memanfaatkan momentum Ramadan untuk membangun kesadaran diri. Ia menilai, generasi kelas X merupakan generasi yang cerdas dan adaptif sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan tertinggal informasi. Namun, di balik kecakapan itu, terdapat kecenderungan untuk abai terhadap jeda.
“Anak-anak sekarang sangat cepat menyerap informasi. Tetapi sering kali lupa membuat jeda. Jeda untuk merenung dan merefleksikan diri,” ujar Wakhid.

Ia menyoroti derasnya stimulasi yang diterima remaja masa kini, mulai dari pola konsumsi hingga paparan konten digital. Menurutnya, kadar dopamin kerap dirangsang oleh hal-hal yang melampaui realitas sebenarnya, seperti makanan cepat saji maupun tayangan video berdurasi singkat yang terus-menerus dikonsumsi.
“Hormon anak-anak sekarang berkembang lebih pesat dibanding generasi sebelumnya, salah satunya karena pola konsumsi junk food dan intensitas menikmati video shorts. Semua itu memberi rangsangan instan yang membuat kita sulit berhenti,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang refleksi yang lebih utuh, panitia menerapkan kebijakan pengumpulan telepon genggam selama kegiatan berlangsung. Gawai baru dapat diambil kembali setelah rangkaian acara selesai.
“Kami ingin kalian benar-benar hadir, melihat realitas, dan merasakan suasana Ramadan tanpa distraksi,” ujar Wakhid sebelum secara resmi membuka kegiatan dengan pembacaan basmalah.
Pesantren Ramadan MAN 1 Yogyakarta diisi dengan beragam kegiatan yang dirancang untuk memperkuat dimensi spiritual dan intelektual murid. Rangkaian kegiatan meliputi shalat duha dan shalat hajat berjamaah, pembacaan Al-Ma’tsurat, tadarus Al-Qur’an, kajian Ramadan, tahsin dan tahfiz, hingga khatmul Qur’an.
Selain itu, murid juga akan mengikuti diskusi kelompok, kajian film Islami, serta berbagai kompetisi bertema Ramadan, dan juga membuat poster etika Islami. Kegiatan akan ditutup dengan buka puasa bersama sebagai simbol kebersamaan dan penguatan ukhuwah.
Melalui Pesantren Ramadan ini, MAN 1 Yogyakarta berupaya tidak hanya membekali murid dengan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membangun karakter yang seimbang. Unggul secara akademik sekaligus berakhlakul karimah di tengah tantangan zaman. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































