Lamongan, 6 November 2025 — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sunan Drajat Lamongan sukses menggelar Rapat Tahunan Komisariat (RTK) ke-XVIII yang dirangkai dengan Launching Buku Manifesto Aswaja PMII Sunan Drajat, Kamis (6/11), di Pendopo Ndalem Sunan Drajat.
Mengangkat tema “Transformasi Kepemimpinan dalam Menghadapi Era Baru PMII”, forum RTK ke-XVIII ini tidak hanya menjadi ruang formal untuk pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi forum pertanggungjawaban intelektual bagi kader. RTK dimaknai sebagai momentum refleksi dan konsolidasi gagasan untuk meneguhkan kembali arah gerakan PMII sebagai organisasi kaderisasi yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Dalam forum tersebut, M. Rizky Putra Ramadhan Shodiq resmi terpilih sebagai Ketua Komisariat PMII Sunan Drajat menggantikan Jiddan Gamal Qondas, yang telah menuntaskan masa khidmahnya. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa semangat baru dalam mewujudkan transformasi gerakan yang adaptif terhadap tantangan zaman, tanpa meninggalkan akar nilai keaswajaan.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah peluncuran Buku “Manifesto Aswaja PMII Sunan Drajat”, sebuah karya reflektif yang digagas dan diinisiasi oleh Farid Maulana Surga, selaku pengurus Bidang III Keagamaan. Buku ini merupakan hasil olah pikir dan kajian ideologis yang menjadi pedoman bagi kader PMII dalam memahami, mengamalkan, dan menanamkan nilai-nilai Aswaja di lingkungan pergerakan maupun masyarakat.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Dr. Syahrul Munir, Ketua PCNU Lamongan, yang memberikan tausiyah dan penguatan ideologis mengenai pentingnya kesinambungan kaderisasi berbasis Aswaja. Selain itu, sejumlah alumni PMII Sunan Drajat turut hadir memberikan dukungan moral dan refleksi historis tentang perjalanan komisariat dari masa ke masa.
Dalam sambutannya, Pengurus Komisariat menyampaikan bahwa peluncuran Manifesto Aswaja menjadi bukti bahwa PMII Sunan Drajat tidak hanya aktif di ruang gerakan sosial, tetapi juga terus menumbuhkan tradisi intelektual. “PMII lahir bukan hanya untuk meramaikan kegiatan, tetapi untuk membangun kesadaran, mengasah nalar, dan menegakkan martabat moral di tengah masyarakat yang kian kabur batas kebenarannya,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara kader dan alumni, menandai lahirnya babak baru kepemimpinan PMII Sunan Drajat. RTK ke-XVIII ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi lahirnya generasi pergerakan yang lebih progresif, religius, dan konsisten menjaga nilai-nilai Aswaja di tengah arus perubahan zaman.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































