Tahukah dari mana asal warna ungu pada kol ungu? Warna menawan ini berasal dari pigmen alami yang disebut antosianin. Pigmen ini tidak hanya memberikan warna cerah, tetapi juga menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan kita. Mari kita telusuri keajaiban warna ungu pada sayuran sehari-hari ini.
Menurut Nurjannah et al. (2020) antosianin adalah senyawa alami yang termasuk dalam kelompok flavonoid. Pigmen ini bertanggung jawab atas warna merah, biru, dan ungu pada banyak buah dan sayuran. Pada kol ungu, antosianin memberikan warna ungu yang khas dan menarik perhatian. Selain itu, antosianin dikenal memiliki sifat antioksidan yang kuat.
Warna pada makanan bukan hanya sekadar estetika, tetapi juga memengaruhi selera dan persepsi kita. Pigmen seperti antosianin dapat meningkatkan daya tarik visual makanan, membuatnya lebih menggugah selera. Bahkan, warna ungu pada kol sering dikaitkan dengan kesan segar dan alami.
Kol ungu dan kol hijau sebenarnya berasal dari keluarga yang sama, tetapi perbedaan warna menunjukkan kandungan pigmen yang berbeda. Kol ungu kaya akan antosianin, sedangkan kol hijau didominasi oleh klorofil. Perbedaan ini juga memengaruhi kandungan nutrisi dan manfaat kesehatannya.
Menurut Salsabila et al. (2025) antosianin dalam kol ungu berperan sebagai antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. Konsumsi makanan kaya antosianin dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan peradangan. Ini membuat kol ungu tidak hanya enak dilihat, tetapi juga baik untuk kesehatan.
Warna ungu pada kol dapat berubah saat dimasak atau diproses. Faktor seperti pH, panas, dan cahaya dapat memengaruhi stabilitas antosianin. Misalnya, kol ungu yang dimasak dengan air asam mungkin mempertahankan warna ungunya lebih baik daripada yang dimasak dengan air biasa.
Kol ungu sering digunakan sebagai bahan salad, acar, atau hiasan hidangan karena warna ungunya yang menarik. Pigmen antosianinnya yang larut dalam air dapat “meluntur” sedikit saat dicampur dengan bahan lain, menciptakan efek warna yang unik. Ini menjadikan kol ungu favorit para koki kreatif.
Selain antosianin, kol ungu juga kaya akan vitamin C, vitamin K, dan serat. Kombinasi nutrisi ini membuatnya menjadi makanan super yang layak dikonsumsi secara rutin. Warna ungunya yang alami juga menjadi indikator bahwa sayuran ini bebas dari pewarna buatan.
Pilih kol ungu dengan warna cerah dan daun yang renyah. Simpan di kulkas dalam kantong plastik berlubang untuk menjaga kesegarannya. Hindari paparan cahaya langsung agar warna ungu dan kandungan antosianinnya tetap terjaga.
Coba buat salad segar dengan irisan kol ungu, apel, dan kacang kenari. Atau, olah menjadi jus yang menyegarkan dengan campuran jeruk dan madu. Warna ungu alaminya akan membuat hidangan terlihat lebih menarik dan instagramable!
Berbeda dengan pewarna buatan, antosianin dalam kol ungu adalah pigmen alami yang aman dikonsumsi. Pigmen alami seperti ini juga sering kali membawa manfaat kesehatan tambahan, sementara pewarna sintetis hanya fokus pada penampilan visual.
Mengonsumsi makanan dengan pigmen alami seperti kol ungu adalah langkah kecil menuju hidup sehat. Dengan memilih bahan alami, kita tidak hanya menikmati keindahan warna, tetapi juga merawat tubuh dari dalam. Mari lebih bijak dalam memilih makanan sehari-hari.
Tidak ada salahnya mencoba memasukkan kol ungu ke dalam menu harian Anda. Selain mudah didapat, kol ungu menawarkan warna alami dan manfaat kesehatan yang luar biasa. Ayo, mulai eksplorasi kreasi kuliner dengan kol ungu hari ini!
Referensi:
Salsabila, R, S., Pambudi, T., Perdani, M, S dan Yuliasar, F. 2025. Karakteristik Pigmen Antosianin dari Ekstrak Kol Ungu (Brassica Oleracea) Ubi Jalar Ugu (Ipomea Batatas L.Poir) Sebagai Zat Warna Penyerap Cahaya untuk Sel Suerya Jenis Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC). Jurnal Online of Physics. Vol 10(3): 90-66.
Nurjanah, A., Ayun, Q., dan Ridho, R. 2020. Pengaruh Antosianin dari Kubis Ungu sebagai Indikator Warna Pada Analisis Hidroquinone Krim Pemutih Wajah. Jurnal Crystal: Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya. Vol 2(20): 1-13.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































