Siaran Berita.Com_LAMONGAN, Akses Nusantara – 12:04 – 24 Januari 2026 SDN Baturono, sekolah dasar negeri yang berakreditasi A di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, secara aktif berpartisipasi dalam pameran seni rupa bertajuk “Ekologis Lamongan Megilan: Megilan dalam Lipatan Tanah dan Air” yang digelar di Gedung Korpri Lamongan mulai 21 hingga 27 Januari 2026. Acara ini yang diinisiasi oleh Komunitas Pelukis Lamongan (Kos Pela) dan Lembaga Terpadu Douglas Club diisi berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pameran karya seni, lomba lukis, dan sarasehan budaya, serta diwarnai kehadiran tokoh budaya lokal seperti Cak Rokhim.
SDN Baturono yang terletak di Jl. Lamongan – Sugio No. 79 RT.01/RW.01 Desa Baturono ini berdiri sejak 1 Juli 1973 dan saat ini memiliki 187 siswa serta 12 guru profesional yang berkompeten. Kepala sekolahnya, Nanik Retnowati, menyatakan bahwa keikutsertaan siswa dalam pameran seni ini merupakan wujud implementasi kurikulum merdeka yang menekankan pengembangan kreativitas dan karakter pelajar Pancasila. “Kami melihat pameran ini sebagai kesempatan emas bagi siswa untuk mengekspresikan diri melalui seni dan memahami pentingnya peduli lingkungan, yang juga menjadi tema acara ini,” ujar Nanik. Operator sekolah, Jazilatur Rohmah, S.Pd., menambahkan bahwa guru telah memberikan bimbingan intensif kepada siswa dalam menciptakan karya yang akan dipamerkan.
Pembukaan acara pada hari Rabu (21/01/2026) dihadiri oleh ketua Tanfidzyiah PCNU Kabupaten Lamongan, Dr. (HC) Kh. Syahrul Munir, M.Pd.I (Gus Syahrul), yang juga melakukan goresan pertama di kanvas sebagai tanda resmi dimulainya pameran. Acara pembukaan diiringi alunan musik angklung dari tim “Gotong Royong” Surabaya dan pembacaan puisi oleh Cak Rokhim, budayawan asli Lamongan yang juga berperan sebagai protokoler acara. Dalam sambutannya, Cak Rokhim menegaskan bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk menyikapi persoalan bangsa melalui keahlian masing-masing, termasuk melalui seni yang dapat membangkitkan patriotisme dan peduli alam.
Menurut laporan dari penyelenggara, Muklas dari Douglas Club, pameran ini diikuti oleh seniman dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Surabaya, Gresik, Madura, Sidoarjo, Ponorogo, Malang, Jombang, Tuban, Semarang, hingga Bali. Karya-karya yang dipamerkan beragam, mulai dari lukisan, instalasi, hingga karya seni tiga dimensi yang semuanya mengangkat tema ekologi dan keindahan alam Lamongan. “Kami berharap melalui pameran ini, masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal,” kata Muklas.
Pada hari kedua acara (22/01/2026), diadakan lomba lukis tingkat SD se-Kabupaten Lamongan yang diikuti oleh beberapa siswa berbakat dari SDN Baturono. Juri lomba ini diisi oleh seniman ternama seperti Hartono dari Semarang dan seniman lokal Lamongan. Kepala Sekolah Nanik Retnowati menyampaikan harapan agar siswa SDN Baturono dapat menunjukkan potensi terbaiknya dan mengambil pelajaran berharga dari acara ini. “Kegiatan seperti ini tidak hanya untuk berprestasi, tetapi juga untuk belajar saling menghargai karya orang lain dan mengembangkan rasa percaya diri,” ujarnya.
Selain lomba lukis, rangkaian acara juga mencakup on the spot melukis wajah pada hari Ketiga (23/01/2026), sarasehan budaya dengan tema pangan lokal sebagai ekosistem kehidupan pada hari Keempat (24/01/2026), diskusi seni rupa pada hari Kelima, lomba lukis tingkat SMP dan pengumuman hasil lomba pada hari Keenam, serta penutupan dengan acara live musik akustik dan penyerahan hadiah pada hari Ketujuh (27/01/2026). Semua kegiatan ini dibuka untuk umum dengan harga tiket masuk gratis, sehingga masyarakat dapat dengan mudah berpartisipasi dan menikmati karya seni yang dipamerkan.
SDN Baturono yang telah memiliki berbagai fasilitas pendukung pembelajaran seperti perpustakaan, ruang UKS, dan 12 ruang kelas selalu berupaya mengembangkan potensi siswa secara holistik, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Keikutsertaan dalam pameran seni rupa ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk memberikan wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan kreatif dan terlibat dalam kegiatan budaya yang bermanfaat.
Gus Syahrul dalam sambutannya juga memberikan apresiasi terhadap semua peserta dan penyelenggara acara. Ia menilai pameran “Ekologis Lamongan Megilan” sangat inspiratif dan menjadi media kritik sosial terhadap perlakuan manusia terhadap alam, terutama terkait fenomena bencana akibat penebangan hutan dan penambangan liar. “Karya seni yang dipamerkan menjadi bentuk perwujudan harapan dan doa bagi kita semua untuk menjaga bumi kita ini,” tegasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































