Yogyakarta – Menjelang penutupan rangkaian Alnesa Spectra Pesantren Ramadan 1447 H, aula madrasah dipenuhi lantunan selawat yang mengalun syahdu. Para murid, guru, dan tamu undangan larut dalam kebersamaan ketika selawat dilantunkan oleh Deni R. Sopandi Gandasasmita, yang akrab disapa Kang Aden sebagai bintang tamu, bersama Zerlina Qonza, putri sekaligus murid MAN 1 Yogyakarta.
Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd menyatakan bahagia dengan acara Selawat seperti ini. Edi mengatakan bahwa selawat bukan sekadar lantunan, tetapi bentuk kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. “Melalui selawat kita belajar meneladani akhlak beliau agar menjadi manusia yang berakhlakul karimah dan bermartabat.” kata Edi.
Kolaborasi ayah dan putrinya menjadi momen istimewa. Kang Aden dikenal sebagai pendiri komunitas pecinta nasyid dan selawat “Syiar Sambung Sanak”, sebuah jaringan komunitas yang tersebar di berbagai negara seperti Indonesia, Hongkong, Singapura, Macau, dan Malaysia. Sebelum melalang-lintang di dunia musik religi, ia pernah menjadi vokalis Baguer Band Bandung dan juga dipercaya sebagai juri dalam ajang International Nasheed Competition.

Di sisi lain, kehadiran Zerlina sebagai murid MAN 1 Yogyakarta memberikan sentuhan berbeda dalam penampilan tersebut, sebuah simbol bahwa generasi muda madrasah juga mampu mengambil peran dalam syiar kebaikan melalui seni dan dakwah.
Penampilan dibuka dengan lantunan Selawat Ilahan Yaa Ilahana (Yasir Lana), sebuah selawat yang berisi doa memohon pertolongan kepada Allah SWT. Melalui syairnya, selawat ini mengajak umat Muslim untuk senantiasa memperbanyak ibadah dan menanamkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana semakin khusyuk ketika Sayyidul Istighfar, doa yang dikenal sebagai penghulu istighfar, dilangitkan. Lantunan ini mengajak para hadirin untuk kembali mengingat pentingnya memohon ampunan kepada Allah SWT serta memperbaiki diri di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Selanjutnya, Kang Aden dan Zerlina melantunkan ‘Allah Allah Aghisna Ya Rasulullah’. Sembari melantunkan syair, Kang Aden menjelaskan makna dari selawat ini yaitu ungkapan pujian kepada Allah SWT sekaligus permohonan pertolongan dan perlindungan. “Melalui syair seperti ini, seluruh umat Muslim termasuk adik-adik semua diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai teladan kehidupan,” tegas Aden.
Penampilan ditutup dengan alunan ‘Syamsun Anta Badrun’, salah satu syair pujian yang terkenal dalam tradisi Islam. Maknanya menggambarkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW dengan ungkapan indah: “Engkaulah matahari, engkaulah bulan purnama.” Syair tersebut menjadi simbol penghormatan dan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW yang membawa cahaya bagi umat manusia. Lantunan selawat yang menggema di aula MAN 1 Yogyakarta sore itu tidak hanya menjadi hiburan religi, tetapi juga menjadi sarana spiritual yang memperkuat nilai-nilai keimanan. (luf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































