Bantul (MTsN 4 Bantul) MTsN 4 Bantul terus berkomitmen menguatkan pendidikan karakter melalui pelaksanaan kegiatan kokurikuler yang selaras dengan Kurikulum Berbasis Cinta sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025. Kurikulum ini menekankan penginternalisasian nilai-nilai cinta dalam kehidupan madrasah melalui penerapan panca cinta secara berkelanjutan.
Penerapan panca cinta di MTsN 4 Bantul diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembiasaan. Setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai, murid melaksanakan tadarus Al-Qur’an sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membangun suasana religius di lingkungan madrasah. Selain itu, murid juga dibiasakan melaksanakan salat duha, zuhur, dan asar secara berjemaah, yang menjadi bagian penting dalam pembinaan spiritual dan kedisiplinan ibadah.
Dalam aspek kepedulian terhadap lingkungan, MTsN 4 Bantul menerapkan pembiasaan bersih lingkungan melalui program zero sampah dan piket kelas. Murid dilatih untuk bertanggung jawab terhadap kebersihan kelas dan lingkungan sekitar. Setiap pagi, guru juga menyambut kedatangan murid di depan madrasah dengan budaya bersalaman, putra dengan putra dan putri dengan putri, sebagai wujud penanaman sikap santun, hormat, dan kedekatan emosional antara guru dan murid.
Nilai cinta tanah air dan kebangsaan ditanamkan melalui pelaksanaan upacara bendera serta peringatan hari-hari besar nasional. Kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter murid agar memiliki rasa nasionalisme, disiplin, dan tanggung jawab sebagai warga negara. Selain itu, kegiatan mujahadah juga rutin dilaksanakan untuk memperkuat spiritualitas dan ketenangan batin murid.
Nilai cinta pada ilmu ditanamkan melalui kegiatan les pagi, baik les mata pelajaran umum, riset, maupun tahfiz. Waktu pagi hari, antara pukul 06.00-07.00 WIB adalah waktu yang dirasa sangat efektif untuk mentransfer ilmu pada murid karena waktu tersebut murid masih segar pikirannya.
Seluruh rangkaian kegiatan kokurikuler tersebut diarahkan pada pembentukan karakter murid, khususnya dalam menumbuhkan kecintaan terhadap diri sendiri. Hal ini diwujudkan melalui pembiasaan hidup bersih, tertib, disiplin, serta taat terhadap aturan madrasah.
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, secara aktif melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan kokurikuler. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan, “Kurikulum Berbasis Cinta harus benar-benar hidup dalam keseharian murid. Melalui kegiatan kokurikuler, kami ingin menanamkan nilai cinta kepada Allah dan Rasul, ilmu, diri sendiri dan sesama, lingkungan, dan tanah air sebagai fondasi pembentukan karakter murid.”
Dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta melalui kegiatan kokurikuler yang terprogram dan berkelanjutan, MTsN 4 Bantul berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (mud)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































