Bantul (MTsN 4 Bantul)– MTsN 4 Bantul mengimplementasikan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 secara konsisten sebagai landasan penguatan karakter dan kompetensi murid. Implementasi kurikulum ini diarahkan pada pencapaian Profil Lulusan madrasah yang utuh melalui pengembangan delapan dimensi utama, yaitu keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Dimensi keimanan dan ketakwaan menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan pendidikan di MTsN 4 Bantul. Hal ini diwujudkan melalui pembiasaan tadarus Al-Qur’an sebelum kegiatan belajar mengajar, pelaksanaan salat duha, zuhur, dan asar secara berjemaah, serta kegiatan mujahadah. Pembiasaan ini bertujuan menanamkan nilai religius dan membentuk akhlak mulia murid dalam kehidupan sehari-hari.
Pada dimensi kewargaan, MTsN 4 Bantul menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai warga negara. Kegiatan upacara bendera serta peringatan hari-hari besar nasional dilaksanakan secara rutin sebagai sarana pembelajaran karakter kebangsaan. Murid juga dibiasakan untuk mematuhi tata tertib madrasah sebagai wujud pelaksanaan hak dan kewajiban dalam kehidupan bersama.
Penguatan penalaran kritis dikembangkan melalui pembelajaran dan kegiatan kokurikuler yang mendorong murid untuk berpikir logis, reflektif, dan kontekstual. Murid dilatih untuk menganalisis permasalahan, menyampaikan pendapat, serta menarik kesimpulan berdasarkan pengalaman belajar dan kegiatan yang mereka jalani.
Dimensi kreativitas diwujudkan melalui kegiatan kokurikuler berbasis proyek dan produk. Murid diberi ruang untuk mengekspresikan ide, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan karya sesuai dengan tema kegiatan yang ditetapkan. Kreativitas ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta kemampuan berinovasi.
Dalam dimensi kolaborasi, murid dibiasakan bekerja sama melalui kegiatan kelompok, piket kelas, dan berbagai aktivitas madrasah. Kerja sama ini melatih murid untuk menghargai perbedaan pendapat, bertanggung jawab terhadap peran masing-masing, serta membangun hubungan sosial yang harmonis.
Dimensi kemandirian ditanamkan melalui pembiasaan disiplin waktu, tanggung jawab terhadap tugas, dan pengelolaan diri dalam kegiatan belajar maupun kokurikuler. Murid diarahkan agar mampu mengambil keputusan secara mandiri dan memiliki inisiatif dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.
Sementara itu, dimensi kesehatan dikembangkan melalui pembiasaan hidup bersih dan sehat. Program zero sampah, piket kelas, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan madrasah menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kesadaran murid akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Dimensi komunikasi diperkuat melalui interaksi positif antara guru dan murid, budaya bersalaman saat kedatangan di madrasah, serta kegiatan diskusi dan presentasi dalam pembelajaran. Murid dilatih untuk menyampaikan pendapat secara santun, baik secara lisan maupun tulisan.
Kepala MTsN 4 Bantul, Sugeng Muhari, menegaskan bahwa implementasi KMA 1503 harus tercermin dalam keseharian murid. “Profil lulusan madrasah bukan sekadar konsep, tetapi harus tampak dalam sikap, kebiasaan, dan karakter murid. Melalui penerapan KMA 1503, kami berupaya membentuk lulusan yang religius, berkarakter, sehat, mandiri, dan mampu berkontribusi positif di masyarakat,” ujarnya.
Melalui implementasi KMA 1503 yang berfokus pada delapan dimensi Profil Lulusan, MTsN 4 Bantul berkomitmen mencetak generasi yang seimbang antara kecerdasan spiritual, intelektual, sosial, dan emosional, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter yang kuat. (mud)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




























































