Yogyakarta – Data tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi dasar perbaikan. Berangkat dari semangat tersebut, MAN 1 Yogyakarta menggelar kegiatan Refleksi Berbasis Data Rapor Pendidikan di aula lantai dua sebagai bagian dari penguatan budaya mutu berkelanjutan, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan tersebut menghadirkan Dr. Dra. Reni Herawati, M.Pd., B.I., Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai narasumber utama. Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kinerja sebagai bentuk syukur atas amanah yang diberikan. “Prestasi yang kita raih hari ini bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan pijakan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas,” kata Edi.
Memasuki sesi utama, Dr. Reni menekankan pentingnya budaya refleksi yang didasarkan pada data sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan. Menurutnya, perbaikan kualitas pembelajaran tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan asumsi, tetapi harus berangkat dari identifikasi masalah yang nyata dan terukur. Reni memperkenalkan pendekatan IRB (Identifikasi–Refleksi–Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi) sebagai langkah sistematis dalam membangun budaya mutu di satuan pendidikan. Pada tahap identifikasi, madrasah perlu memanfaatkan berbagai sumber data, mulai dari refleksi pendidik, supervisi kepala madrasah, umpan balik orang tua, hingga capaian indikator madrasah. “Perbaikan tidak mungkin dilakukan jika kita tidak mengetahui dengan jelas apa yang perlu diperbaiki. Karena itu, identifikasi yang tepat menjadi langkah awal yang sangat penting,” jelas Reni.
Dalam paparan selanjutnya, Reni juga mengulas hasil Rapor Pendidikan MAN 1 Yogyakarta yang menunjukkan capaian menggembirakan. Pada indikator kualitas pembelajaran, MAN 1 Yogyakarta memperoleh skor 7,2 dan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan capaian sebelumnya. Hasil tersebut menempatkan MAN 1 Yogyakarta pada kelompok peringkat atas, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian yang baik tidak boleh membuat madrasah berhenti melakukan evaluasi diri. Justru data tersebut harus menjadi pijakan untuk menemukan area yang masih memerlukan penguatan.

Melalui sesi refleksi bersama, para peserta mendiskusikan berbagai temuan dari Rapor Pendidikan. Salah satu perhatian yang muncul adalah perlunya peningkatan kemampuan numerasi murid-murid. Berbagai gagasan perbaikan pun mengemuka, termasuk pentingnya menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari murid. Reni menegaskan bahwa budaya mutu tidak berhenti pada proses identifikasi dan refleksi. Hasil refleksi harus ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan yang nyata dan terukur. “Refleksi harus menjadi budaya. Ketika guru terbiasa merefleksikan praktik pembelajarannya, maka perbaikan akan terjadi secara berkelanjutan,” tegas Reni.
Lebih lanjut, Dr. Reni memperkenalkan siklus ADIMRC yaitu Assess (Identifikasi), Design (Perancangan), Implementation (Pelaksanaan), Measure (Pengukuran), Reflect (Refleksi) dan Change (Perubahan) sebagai kerangka kerja yang dapat digunakan guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Melalui siklus tersebut, guru didorong untuk merencanakan, melaksanakan, merefleksikan, dan menyempurnakan pembelajaran secara berkelanjutan berdasarkan bukti dan data yang tersedia.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Yogyakarta untuk memperkuat budaya mutu berbasis data. Dengan menjadikan refleksi dan perbaikan sebagai bagian dari budaya kerja, MAN 1 Yogyakarta terus meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global. (luf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































