Upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kini semakin inovatif dengan sentuhan teknologi digital. Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Program Studi S1 Informatika, Fakultas Informatika, Universitas Telkom melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Melalui program ini, mereka mengembangkan “DBD Defender”, sebuah platform multimedia interaktif berbasis website yang dirancang untuk meningkatkan literasi kesehatan anak terkait pencegahan DBD.
Program edukasi digital ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya risiko paparan nyamuk Aedes aegypti pada kelompok anak-anak, khususnya di wilayah pedesaan dengan kepadatan permukiman dan aktivitas luar ruangan yang tinggi. Berdasarkan observasi awal tim mahasiswa di lapangan, teridentifikasi bahwa tingkat pemahaman anak-anak mengenai siklus hidup nyamuk dan mekanisme penularan DBD masih tergolong rendah. Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya media edukasi interaktif yang sesuai dengan karakteristik belajar anak di desa tersebut.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa yang beranggotakan Dimas Bagus Firmansyah, Ahmadan Syaridin, Mochamad Dafa Irkham Maulana, Muhamad Nasrulloh, dan Asa Putra Pratama merancang website DBD Defender. Sistem ini dibangun dengan konsep edukatif bertema agen kesehatan yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak.
Website ini dilengkapi dengan beberapa fitur utama yang disusun mengikuti alur pembelajaran, di antaranya “Laboratorium Nyamuk” yang berisi video edukasi siklus hidup nyamuk, serta “Buku Saku (Misi Agen Anti Nyamuk)” yang menyajikan materi ringkas langkah pencegahan berbasis 3M Plus. Selain itu, terdapat pula fitur “Ujian Agen” berupa kuis interaktif untuk mengukur pemahaman peserta.
Kegiatan sosialisasi dan implementasi program ini telah dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026, yang bertempat di dua lokasi, yakni Limbah Pustaka Muntang dan Balai Aisyah Muntang. Kegiatan ini disambut antusias oleh 56 peserta yang terdiri dari anak-anak dan orang tua setempat. Seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan sukses di bawah arahan dosen pembimbing, Ibu Aminatus Sa’adah, S.Si., M.Si..
Pendekatan visual dan interaktif yang ditawarkan ole DBD Defender terbukti memberikan dampak positif. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, sebanyak 96,36% peserta menyatakan setuju atau sangat setuju terhadap efektivitas dan relevansi program ini. Pendekatan multimedia ini dinilai berhasil menyederhanakan informasi kesehatan yang kompleks menjadi konten yang sangat mudah dicerna oleh anak-anak.
Melalui inovasi konsep “Misi Agen Anti Nyamuk”, anak-anak tidak hanya diberikan pengetahuan, tetapi juga dimotivasi untuk menjadi agen perubahan (agent of change) yang peduli terhadap perilaku hidup bersih dan sehat secara sukarela.
Ke depannya, tim pengembang berharap website DBD Defender dapat terus diakses dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Platform ini dirancang agar dapat digunakan secara mandiri oleh perangkat desa, kader kesehatan, Guru TK, maupun orang tua untuk mendukung berbagai kegiatan komunitas masyarakat di Desa Muntang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































