Yogyakarta — Proses Penerimaan Murid Baru (PMB) jalur unggulan MAN 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung ketat sejak hari pertama. Sebanyak 122 peserta bersaing memperebutkan 34 kursi yang disediakan dalam seleksi yang digelar pada Sabtu (19/4/2026).
Seleksi ini tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga menilai kualitas nonakademik serta karakter calon murid. Sistem seleksi dirancang berlapis: uji kompetensi sesuai bidang keunggulan, wawancara peserta, hingga wawancara orang tua. Penguji yang dilibatkan pun tidak hanya berasal dari internal guru, tetapi juga menghadirkan penilai dari luar untuk menjaga objektivitas.
Materi yang diujikan mencerminkan pendekatan komprehensif. Selain kemampuan sesuai bidang prestasi baik akademik maupun nonakademik, peserta juga diuji komitmen, sikap, adab, akhlak, hingga kemampuan membaca Al-Qur’an.
Koordinator Jalur Unggulan, Wakhid Hasyim, S.Pd.I., M.A, menyebut pelaksanaan seleksi berjalan lancar dan sesuai target waktu.
“Alhamdulillah pelaksanaan hari pertama berjalan lancar. Seleksi selesai sesuai jadwal, bahkan sebelum waktu Ashar,” ujarnya.

Ia juga mencatat tingginya antusiasme peserta dan orang tua. Sejak pagi, suasana madrasah sudah dipenuhi calon murid yang datang lebih awal dari jadwal registrasi.
“Banyak yang datang sebelum pukul tujuh, padahal registrasi dibuka pukul 07.30. Ini menunjukkan keseriusan dan semangat mereka. Bahkan, kualitas peserta tahun ini sangat baik sehingga cukup sulit menentukan yang lolos sesuai kuota,” katanya.
Di tengah proses seleksi yang formal, muncul pula sejumlah dinamika yang mencerminkan realitas di lapangan. Ada beberapa cabang prestasi seperti renang, anggar, dan menembak belum dapat difasilitasi secara langsung di lokasi seleksi. Sebagai solusi, panitia meminta peserta mengirimkan dokumentasi video saat mengikuti lomba sebagai bahan penilaian.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa jalur unggulan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaring murid dengan potensi istimewa.
“Kami ingin memastikan bahwa murid yang diterima melalui jalur unggulan benar-benar memiliki kompetensi, komitmen, serta karakter yang kuat. Seleksi ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga integritas dan kesiapan mereka untuk berkembang di MAN 1 Yogyakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingginya kualitas peserta menjadi tantangan tersendiri bagi madrasah dalam menentukan hasil akhir.
“Banyak peserta yang sangat baik. Ini tentu membanggakan, tetapi juga menuntut kami untuk selektif dan objektif agar yang terpilih benar-benar yang terbaik,” tandasnya.
Seleksi jalur unggulan ini menjadi potret bagaimana MAN 1 Yogyakarta berupaya menjaga standar mutu sejak tahap awal. Di balik angka-angka kuota, tersimpan proses panjang untuk menemukan mereka yang tak hanya berprestasi, tetapi juga siap ditempa. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



























































