Bagi banyak lansia, memulai hari dengan segelas kopi sachet adalah kenikmatan yang praktis. Namun, di balik kepraktisan tersebut, terdapat “ancaman tersembunyi” bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes. Kopi instan dalam kemasan bukan sekadar kopi hitam biasa: ia adalah campuran bahan kimia dan pemanis yang bisa memperburuk kondisi kesehatan.
Sebelum membahas lebih jauh, kita perlu memahami apa itu diabetes. Diabetes Melitus adalah kondisi kesehatan kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Hal ini terjadi karena tubuh tidak lagi mampu memproduksi insulin yang cukup, atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Bagi lansia, kondisi ini jauh lebih menantang karena fungsi organ tubuh yang mulai menurun. Glukosa yang tidak terserap dengan baik oleh sel akan menumpuk di dalam darah, dan jika terus “disuplai” dengan asupan gula tinggi dari kopi sachet, maka risiko kerusakan saraf, ginjal, hingga gangguan jantung akan meningkat drastis.
Mengapa Kopi Sachet Berbahaya bagi Lansia Diabetes?
Ada tiga alasan utama mengapa jenis minuman ini harus dihindari:
1. Lonjakan Gula Darah Seketika
Satu bungkus kopi sachet rata-rata menggunakan pemanis buatan atau sirup glukosa yang memiliki indeks glikemik tinggi, sehingga gula darah penderita diabetes bisa melonjak drastis hanya dalam waktu 15-30 menit setelah minum.
2. Lemak Trans dari Krimer
Komponen utama kopi sachet selain gula adalah krimer nabati. Krimer ini sering mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, karena (lemak trans) pada krimer nabati dapat menyumbat pembuluh darah. Hal ini sangat berbahaya bagi lansia diabetes sebab berisiko mengalami penyakit jantung koroner yang lebih tinggi.

3. Efek Kafein pada Sensitivitas Insulin
Meskipun kafein murni pada dosis tepat bisa bermanfaat, bagi lansia tertentu, kafein berlebih dapat menurunkan sensitivitas insulin, sehingga tubuh kesulitan mengatur kadar gula secara alami.
Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, maka lansia akan berisiko mengalami penyakit komplikasi, yaitu:
– Kerusakan Ginjal (Nefropati): Beban gula dan pengawet memperberat kerja ginjal.
– Luka yang Sulit Sembuh: Kadar gula yang tidak stabil memperlambat proses regenerasi jaringan.
– Masalah Penglihatan (Retinopati): Lonjakan gula darah merusak pembuluh darah kecil di mata.
Tapi jangan khawatir, ada minuman alternatif atau minuman pengganti yang dapat di konsumsi dan memiliki manfaat yang lebih baik untuk tubu, seperti :
1. Kopi Hitam Murni (Tanpa Gula)
Jika sulit meninggalkan kebiasaan minum kopi, beralihlah ke kopi hitam murni (kopi bubuk atau tubruk).
– Keunggulan: Mengandung antioksidan tinggi dan hampir nol kalori.
– Tips: Jika merasa terlalu pahit, gunakan pemanis alami khusus diabetes (seperti stevia) atau tambahkan sedikit susu rendah lemak (low-fat).
2. Teh Hijau (Green Tea)
Teh hijau adalah salah satu minuman terbaik untuk penderita diabetes.
– Keunggulan: Mengandung senyawa Epigallocatechin Gallate (EGCG) yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu tubuh memproses gula lebih baik.
– Aturan: Seduh daun teh asli (bukan teh hijau kemasan botol yang manis).
3. Air Rebusan Kayu Manis
Kayu manis telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengontrol gula darah.
– Keunggulan: Kayu manis mengandung flavonoid yang memiliki fungsi merangsang pankreas untuk mengasilkan hormon insulin yang dibutuhkan tubuh untuk mengatur kadar gula darah, serta memberikan aroma manis alami tanpa menambah kalori atau gula.
– Cara Buat: Rebus satu batang kayu manis dalam air panas, lalu minum selagi hangat. Ini sangat cocok sebagai pendamping camilan sore.
4. Air Infusi Buah (Infused Water)
Agar air putih tidak terasa membosankan, gunakan potongan buah segar.
– Keunggulan: Memberikan rasa segar dan vitamin tanpa risiko lonjakan glukosa. Dan menurut penelitian bahwa pemberian infused water lemon dan stroberi dapat berpengaruh dalam menurunkan kadar glukosa darah.
– Saran: Gunakan irisan lemon, timun, atau daun mint yang tidak mengandung gula tinggi.
5. Cukup Air Putih
Pastikan tetap minum minimal 8 gelas air putih sehari. Dehidrasi dapat menyebabkan konsentrasi gula dalam darah meningkat.
Menikmati secangkir kopi di pagi hari memang memberikan kenyamanan tersendiri bagi para lansia. Namun, bagi penderita diabetes, kesehatan adalah aset yang jauh lebih berharga daripada sekadar rasa manis yang sesaat. Mengonsumsi kopi sachet secara rutin mungkin terasa praktis, namun dampak jangka panjang terhadap kadar gula darah dan risiko komplikasi kesehatan bukanlah hal yang bisa disepelekan.
Menyayangi diri sendiri (atau orang tua kita) berarti berani melakukan perubahan kecil dalam pola makan. Mengganti kopi sachet dengan kopi hitam murni atau teh hijau tanpa gula adalah langkah nyata untuk menjaga hari-hari tua tetap bugar, aktif, dan bebas dari komplikasi diabetes yang berat.
Ingatlah, hidup sudah cukup manis tanpa tambahan gula berlebih di cangkir Anda. Mari mulai beralih ke pilihan minuman yang lebih sehat hari ini, demi masa depan yang lebih cerah dan sehat.
Daftar Pustaka:
Agustin, M., Kusumastuti, A., & Winarni, L. M. (2025). Activity Test of Infused Water Okra to Wards Reduction of Blood Sugar Levels in Type II Diabetes Mellitus Patients in Gondang Tulungagung Village. Repository.Stikestulungagung.Ac.Id, 2(1).
IDF. (2025). About Diabetes . Federasi Diabetes Internasional.
Mellitus, D. P. (n.d.). Rebusan kayu manis menurunkan kadar gula darah pasien DM. Bookchapter.Optimalbynfc.Com. Retrieved December 22, 2025, from
Purnamawati, D. (2024). Rebusan kayu manis menurunkan kadar gula darah pasien DM. Bookchapter.Optimalbynfc.ComD PurnamawatiBookchapter Diabetes Mellitus, 2024•bookchapter.Optimalbynfc.Com.
Trivana, L., Nur, M., & Rosidah, S. C. (2023). Metabolisme katekin teh hijau dan manfaat kesehatan terhadap obesitas. Epublikasi.Pertanian.Go.Id, 1(2).
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































