Jakarta (10/1). Memperkuat simpul kolaborasi antara pemerintah dan elemen sipil, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Irjen Pol (Purn) R. Ahmad Nurwahid, melakukan kunjungan strategis ke Kantor DPP LDII di Jakarta, Jumat (9/1).
Kunjungan ini menjadi ruang diskusi penting mengenai penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan optimalisasi peran Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dalam akselerasi pembangunan nasional.
Sinergi Program: Dari Teori ke Implementasi Lapangan
Ahmad Nurwahid mengungkapkan bahwa kunjungannya didasari oleh adanya kesamaan visi dalam membangun manusia Indonesia yang unggul. Ia mengapresiasi LDII yang dinilai telah melangkah jauh dalam mengimplementasikan program-program yang selaras dengan agenda Kemenko PMK.
“Ini kunjungan informal, namun karena frekuensi persepsi kita sudah sama, nuansanya menjadi sangat produktif. Banyak program strategis pemerintah yang ternyata sudah dijalankan LDII di akar rumput. Kini tugas kita adalah memperkuat aspek kolaborasi agar dampaknya lebih masif,” ujar mantan Direktur Deradikalisasi BNPT RI tersebut.
Dalam sesi dialog, Ahmad Nurwahid secara terbuka menyoroti tantangan sosiologis yang dihadapi LDII, khususnya terkait stigma negatif di ruang publik. Ia mendorong LDII untuk terus memperluas pendekatan inklusif dan memperkuat komunikasi sosial, terutama di era digital yang sangat dinamis.
“Di luar sana masih ada residu stigma. Oleh karena itu, membangun inklusivitas dan komunikasi sosial yang optimal adalah kunci. Perubahan tatanan sosial memang membutuhkan waktu panjang, namun dengan pendekatan terukur dan inklusif, proses tersebut dapat kita akselerasi tanpa gesekan,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk meniadakan dikotomi antara nilai keagamaan dan semangat kebangsaan. Menurutnya, beragama di Indonesia secara otomatis mengandung spirit nasionalisme. “Inilah kekuatan Pancasila; agama dan kebangsaan adalah satu kesatuan yang membuat kita tetap inklusif di tengah pluralitas,” imbuhnya.
LDII: Menjadi Mitra Strategis Pemilik Otoritas
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyambut hangat pesan-pesan kebangsaan tersebut. Ia menegaskan bahwa LDII, sebagai kekuatan sosial, membutuhkan kemitraan yang kuat dengan pemegang otoritas negara untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih luas.
“Kami adalah kekuatan sosial yang harus bergandengan tangan dengan pemilik otoritas. Sinergi ini krusial agar pengabdian kami kepada masyarakat, bangsa, dan negara berjalan optimal. Kehadiran pemerintah di sini membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” ungkap KH Chriswanto.
Lebih lanjut, ia berharap kunjungan ini dapat ditindaklanjuti dengan program konkret, seperti penguatan wawasan nasional melalui platform yang sudah ada, yakni Sekolah Virtual Kebangsaan.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus membumikan narasi kebangsaan yang inklusif dan berkeadilan. Sinergi ini diharapkan menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045 melalui pembinaan generasi muda yang berkarakter kuat dan nasionalis.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































