Langkat (Humas) – Senin, (12/1/2026). Upacara bendera di MIN 9 Langkat pada Senin pagi ini berlangsung dengan suasana yang sangat khidmat. Seluruh siswa dan dewan guru berkumpul di lapangan utama untuk mengikuti prosesi mingguan dengan penuh semangat. Matahari pagi yang hangat menemani barisan siswa yang berdiri rapi mengikuti setiap rangkaian acara dengan tertib. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Ibu Sri Purnamawati, S. Pd., yang memberikan arahan kepada seluruh peserta. Kehadiran beliau di podium utama disambut dengan perhatian penuh dari seluruh warga madrasah yang hadir.
Dalam mengawali amanatnya, Sri Purnamawati melontarkan beberapa pertanyaan reflektif kepada para peserta upacara yang hadir. Beliau ingin mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai peran penting sekolah dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pertanyaan tersebut dijawab dengan penuh antusias oleh para siswa yang berbaris di tengah lapangan Madrasah tersebut. Dialog interaktif ini sengaja dilakukan agar suasana upacara tidak terasa membosankan namun tetap memberikan edukasi bermakna. Beliau menekankan bahwa kesadaran akan fungsi sekolah merupakan langkah awal menuju kesuksesan seorang murid.
Beliau menjelaskan bahwa fungsi utama sekolah adalah sebagai tempat bagi para siswa untuk belajar dan menimba ilmu. Madrasah bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan sebuah wadah untuk menempa kecerdasan intelektual dan juga spiritual siswa. Melalui pendidikan formal ini, setiap pribadi dididik agar tumbuh menjadi individu yang jauh lebih baik lagi. Proses belajar di sekolah mencakup banyak aspek, mulai dari pengetahuan umum hingga pembentukan akhlak yang mulia. Sri Purnamawati berharap seluruh siswa benar-benar memanfaatkan waktu mereka dengan belajar secara sungguh-sungguh setiap harinya.
Selain aspek akademik, sekolah juga menjadi tempat yang tepat bagi siswa untuk belajar menjadi anak yang disiplin. Kedisiplinan dianggap sebagai kunci utama yang harus dimiliki setiap orang jika ingin meraih cita-cita yang tinggi. Tanpa rasa disiplin yang kuat, potensi besar yang dimiliki oleh seorang siswa tidak akan berkembang secara optimal. Beliau mengajak seluruh siswa untuk mulai membiasakan hidup teratur dalam setiap aktivitas di lingkungan Madrasah tersebut. Disiplin merupakan fondasi karakter yang akan membawa pengaruh positif hingga para siswa beranjak dewasa nanti.
Implementasi disiplin tersebut dicontohkan dengan kebiasaan sederhana, seperti datang ke sekolah tepat waktu setiap pagi hari. Selain itu, penggunaan seragam dan atribut sekolah yang lengkap juga menjadi poin penting yang harus selalu diperhatikan. Kepatuhan dalam berpakaian mencerminkan rasa hormat siswa terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh pihak MIN 9 Langkat. Sri Purnamawati dengan teliti memantau kerapihan seragam para siswa saat beliau memberikan arahan dari atas podium upacara. Kedisiplinan dalam hal-hal kecil seperti ini akan melatih tanggung jawab yang lebih besar di masa depan.
Masalah kebersihan lingkungan madrasah juga tidak luput dari sorotan utama pembina upacara dalam pidatonya pagi ini. Beliau mengingatkan seluruh warga sekolah untuk selalu memiliki kesadaran tinggi dalam membuang sampah pada tempatnya yang tersedia. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman sehingga proses transfer ilmu berjalan lebih efektif. Beliau menegaskan bahwa membuang sampah sembarangan adalah tindakan yang tidak mencerminkan pribadi seorang siswa madrasah yang berakhlak. Oleh karena itu, menjaga kebersihan adalah bagian dari iman yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.
Pesan yang cukup menyentuh disampaikan beliau saat menyinggung mengenai rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah yang ada sekarang. Beliau melontarkan pernyataan retoris tentang siapa lagi yang akan menjaga sekolah jika bukan kita sebagai penghuninya. Pernyataan ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian di hati para siswa agar selalu menjaga aset dan fasilitas madrasah. Jika seluruh warga sekolah tidak peduli, maka kenyamanan lingkungan sekolah akan sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang. Kerja sama kolektif sangat diperlukan agar MIN 9 Langkat tetap menjadi tempat belajar yang asri dan indah.
Instruksi praktis pun diberikan kepada para siswa jika mereka menemukan sampah yang masih berserakan di area Madrasah. Beliau meminta siswa untuk tidak acuh dan segera memungut sampah tersebut lalu membuangnya ke tempat sampah terdekat. Jangan pernah merasa malu untuk melakukan tindakan baik demi menjaga keindahan dan kesucian lingkungan tempat kita menimba ilmu. Kebiasaan memungut sampah ini diharapkan dapat menjadi budaya positif yang terus dilakukan tanpa harus menunggu perintah guru. Tindakan nyata lebih bermakna daripada sekadar kata-kata dalam menjaga keasrian lingkungan sekolah agar tetap terjaga dengan baik.
Menutup amanatnya, Sri Purnamawati berdoa agar seluruh pesan yang beliau sampaikan dapat bermanfaat bagi semua yang mendengarkan. Beliau sangat berharap nilai-nilai kedisiplinan dan kebersihan ini benar-benar diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Harapannya, MIN 9 Langkat dapat terus melahirkan generasi yang unggul secara intelektual dan memiliki karakter yang luar biasa. Seluruh peserta upacara tampak mengangguk setuju sebagai bentuk janji untuk melaksanakan pesan-pesan yang telah disampaikan pembina. Upacara bendera kemudian ditutup dengan doa bersama dan para siswa pun berbaris masuk ke kelas dengan tertib. (Fr)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































