TANGSEL — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengubah strategi penanganan banjir dengan meninggalkan pembangunan tandon dan beralih ke sistem long storage mulai 2027.
Langkah ini, diambil untuk mengatasi keterbatasan lahan sekaligus mempercepat pengendalian titik-titik rawan banjir yang tersisa.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel, Robbi Cahyadi mengatakan, hingga 2026 pembangunan tanggul telah dilakukan di sejumlah wilayah, meliputi Pondok Maharta, Lengkong Karya, Lengkong Wetan, Ciater Raya, Serua, dan Makmur.
Namun demikian, lanjut Robbi, untuk tahun 2027 dan seterusnya, pendekatan penanganan banjir akan difokuskan pada pembangunan long storage.
“Ke depan, tandon ini kelihatannya sudah tidak ada lagi, tapi kita akan bangun long storage. Jadi targetnya kan 10 long storage. Jadi penggantinya long storage karena lahannya sudah tidak ada, harus pembebasan,” kata Robbi, saat ditemui di Gedung Perkantoran, Lengkong Wetan, Serpong, pada Rabu 4 Maret 2026.
Lebih lanjut, Robbi menjelaskan, bahwa konsep long storage dilakukan dengan memanfaatkan badan jalan sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan baru.
“Nah, gantinya kita memanfaatkan lahan jalan untuk long storage. Seperti yang sudah dibangun di Paku Jaya, BPI, tahun ini Maharta. Kita bangun di bawah jalan long storage,” jelasnya.
Robbi menegaskan, bahwa sistem tersebut berupa saluran yang diperbesar untuk menampung debit air lebih besar saat hujan deras.
“Saluran yang diperbesar. Di tahun ini juga ada di Maharta,” imbuhnya.
Setelah pembangunan rampung, Robbi menerangkan, tahap berikutnya adalah pengujian fungsi sistem tersebut,“Ya yang jelas long storage ini selesai, berarti tinggal diuji aja long storage-nya,” jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur baru, menurutnya, pihaknya juga tetap fokus menyelesaikan titik-titik yang masih terdampak banjir.
Beberapa wilayah seperti Maharta masih memerlukan penambahan penanganan. Kemudian Kampung Bulak dan Pondok Kacang Prima diprioritaskan untuk penambahan pompa.
“Fokusnya menyelesaikan titik-titik yang masih kemarin banjir, ya. Kayak di Maharta mungkin kita memang sudah cukup banyak penanganan tapi masih perlu penambahan. Kampung Bulak juga penambahan pompa, Pondok Kacang Prima penambahan-penambahan pompa yang utamanya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Robbi menerangkan, penyelesaian sisa tanggul di Taman Mangu sepanjang sekitar 100 meter juga menjadi perhatian. “Sama menyelesaikan seperti Taman Mangu, ada sisa 100 meter tanggul yang masih,” ujarnya.
Selanjutnya, mengenai jumlah pompa yang telah terpasang, Robbi menyebut saat ini totalnya mencapai 145 unit. “Iya, sampai dengan sekarang sudah 145,” tegasnya.
Robbi memaparkan, sejumlah titik rawan banjir di Tangsel kini menurun signifikan dibanding sebelumnya yang mencapai 31 titik. Saat ini, tersisa sekitar tujuh titik yang masih dikategorikan banjir, meskipun sebagian hanya berupa genangan setinggi 20 sentimeter.
“Kalau yang masih kejadian banjir masih di antara 7, maksimal kemarin itu 11. Tapi itu termasuk genangan yang hanya 20 cm. Tapi yang masih banjirnya, yang dianggap kategori banjir, 7 titik tadi,” jelasnya.
Adapun, lanjutnya lagi, target penyelesaian seluruh titik tersebut diproyeksikan pada 2027 dengan fokus melengkapi pompa, menuntaskan pembangunan tanggul, serta meninggikan jembatan yang masih lebih rendah dari tanggul.
“2027 mungkin fokus kita menyelesaikan titik-titik itu ya, melengkapi pompa, menyelesaikan tanggul, meninggikan jembatannya,” jelasnya.
Robbi menambahkan, salah satu proyek besar yang tengah berjalan adalah pelebaran jembatan di atas tol kawasan UPJ guna mendukung kelancaran aliran air sekaligus mobilitas warga.
Dengan strategi tersebut, Pemkot Tangsel optimistis penanganan banjir dapat semakin terkendali dan berdampak signifikan bagi masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































