Julian Maulana, pelajar SMKN 1 Cilaku asal Desa Cibokor, Cianjur, membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang mimpi besar. Lahir dari keluarga petani dengan orang tua hanya lulusan SD, ia bercita-cita menjadi sarjana pertama di keluarganya—sebuah ambisi langka di kampung di mana kebanyakan warga berhenti di jenjang SMP atau SMA.
Perjuangan dimulai saat lulus SMP. Dukungan keluarga minim, biaya sekolah jadi beban berat. Bahkan, ada hari-hari Julian harus menahan diri tak berangkat karena tak punya ongkos bus. “Keterbatasan bukan alasan menyerah,” katanya dalam kisah inspirasinya.
Setiap hari, ia menempuh perjalanan satu jam dari Cibokor ke sekolah. Berangkat pukul 05.00 saat langit masih gelap, pulang pukul 18.00 setelah ikut organisasi dan ekstrakurikuler. Sabtu untuk latihan paskibra, Minggu diisi kegiatan mandiri. Disiplin ini lahir dari keyakinannya: kesuksesan datang dari konsistensi.
Tak luput dari ejekan dan bullying. “Dulu saya diremehkan sebagai anak kampung biasa,” ungkap Julian. Namun, itu justru memicu tekadnya. Hasilnya? Ia terpilih jadi Ketua MPK sekolah dan anggota paskibra—prestasi yang dulu terasa mustahil.
Kini, Julian dikenal sebagai pelajar disiplin dan berprestasi. Kisahnya jadi pengingat bagi pelajar Cianjur: mimpi tak memandang asal-usul. Yang menentukan adalah keberanian bertahan.
Perjalanan menuju kuliah masih panjang, tapi Julian tak lagi diragukan. Bagi dia, perjuangan ini soal membuktikan pada diri sendiri bahwa tekad bisa kalahkan segala batas. Anak desa ini siap mematahkan stereotip—dan membuka jalan bagi generasi berikutnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































