JAKARTA , Siaranberita.com — Pemerintah berencana mempercepat pengembangan jaringan kereta Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional dan menurunkan biaya logistik antardaerah. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, percepatan proyek ini membutuhkan sinergi lintas kementerian serta dukungan pembiayaan kreatif agar tidak hanya bertumpu pada APBN.
Menurut AHY, pengembangan jaringan kereta di tiga pulau besar tersebut bukan semata proyek transportasi, melainkan strategi besar untuk mendorong pemerataan pembangunan dan membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa. Pemerintah juga memandang moda kereta api sebagai salah satu tulang punggung transportasi masa depan yang efisien, terintegrasi, dan berdampak langsung pada rantai pasok nasional.

Kaitan dengan Trans-Borneo Railway
Pengembangan kereta Trans Kalimantan menjadi semakin strategis karena sejalan dengan rencana Trans-Borneo Railway (TBR) yang digagas perusahaan infrastruktur Brunei Darussalam, Brunergy Utama Sdn Bhd. TBR adalah proyek kereta api berkecepatan tinggi lintas Borneo yang menghubungkan Kalimantan (Indonesia), Sarawak, Sabah (Malaysia), dan Brunei dengan total lintasan mencapai 1.620 kilometer.
Proyek TBR menggunakan model DBOO (Design, Build, Own and Operate) melalui konsorsium yang dipimpin Brunergy Utama, di mana pemerintah negara peserta menyediakan lahan dengan sewa jangka panjang atau konsesi, sementara konsorsium mengelola pendanaan, konstruksi, dan operasional. Rencana ini juga melibatkan China Railway dan/atau Shinkansen sebagai mitra teknologi konstruksi.
Fase pertama TBR akan menghubungkan Pontianak (Kalimantan Barat) hingga Kota Kinabalu (Sabah), melewati Kuching, Singkawang, Sibu, dan Miri. Fase kedua akan mencakup Kalimantan Utara dan Timur dengan rute utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), Samarinda, dan Balikpapan. Kecepatan kereta diproyeksikan 300–350 km/jam dengan waktu tempuh rata-rata 30 menit antar stasiun.
Sinergi Nasional dan Regional
Dengan percepatan kereta Trans Kalimantan yang digaungkan AHY, Indonesia dapat mengintegrasikan jaringan kereta nasional dengan TBR yang akan menghubungkan IKN dan Kalimantan Timur ke kawasan ekonomi regional Borneo. Ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari koridor ekonomi Borneo dan menciptakan sinergi lintas batas negara.
Skema pembiayaan kreatif yang dikedepankan AHY sejalan dengan model PPP (Public-Private Partnership) yang diterapkan Brunergy Utama, di mana pembiayaan diambil dari konsorsium swasta dan dikelola secara kolektif. Pendekatan ini memungkinkan proyek infrastruktur besar berjalan tanpa membebani APBN secara berlebihan.
Peran Industri Lokal
Dalam ekosistem pembangunan rel, PT Wijaya Karya Beton Tbk dapat disebut sebagai produsen berpengalaman penyedia bantalan rel, mengingat perusahaan ini telah lama memasok bantalan jalan rel beton untuk proyek perkeretaapian di Indonesia. Kehadiran industri seperti WIKA Beton penting untuk mendukung kesiapan material lokal dalam mempercepat pembangunan jaringan rel nasional, termasuk untuk proyek Trans Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan potensi integrasi dengan TBR.
WIKA Beton juga tercatat memiliki pengalaman memasok bantalan rel untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 ton per tahun pada jalur produksi yang disesuaikan untuk kebutuhan HSR. Hal ini menegaskan kapasitas industri dalam mendukung kebutuhan infrastruktur perkeretaapian berskala besar.
Pemerintah Andalkan Kereta sebagai Tulang Punggung Transportasi
Saat ini, pemerintah menempatkan kereta api sebagai moda kunci untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di luar Jawa. Dengan dukungan pendanaan yang inovatif dan kolaborasi lintas sektor, proyek Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi diharapkan masuk tahap percepatan implementasi, sekaligus membuka peluang integrasi dengan proyek regional Asia Tenggara seperti Trans-Borneo Railway.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































