Bantul (MTsN 6 Bantul) – MTsN 6 Bantul Seluruh Staf Tata Usaha MTs Negeri 6 Bantul mengikuti Pelatihan Penilaian Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning Dalam Pembelajaran yang dilakasanakan selama dua Hari Jum’at s.d Sabtu (13-14/11) bertempat di Wisma Sargede Yogyakarta. Kegiatan pelatihan ini diikuti seluruh Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan MTs Negeri 6 Bantul berjumlah 54 orang.
Acara dibuka oleh Kepala MTs Negeri 6 Bantul Sugiyono yang dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras menyiapkan kegiatan pelatihan ini. Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada titik temu antarumat manusia, bukan perbedaan. Menurut Menteri Agama Nasaruddin Umar, KBC lahir dari kegelisahan terhadap berbagai krisis kemanusiaan yang terus berulang. Ia meyakini pendidikan adalah pintu masuk untuk perubahan sosial yang lebih mendalam dan tahan lama.“Kita bermaksud menciptakan suatu hegemoni sosial yang lebih elegan, yang lebih harmoni, dengan menekankan aspek titik temu, bukan perbedaan. Jangan sampai kita mengajarkan agama, tapi tidak sadar menanamkan kebencian kepada yang berbeda,” tegas Sugiyono menutup sambutannya.
Muhammad Miftahul Falah selaku Nara Sumber Pelatihan Penilaian Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning Dalam Pembelajaran menyampaikan Implementasi KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) dilakukan melalui integrasi nilai-nilai kasih sayang dan kepedulian ke dalam berbagai aspek pendidikan, mulai dari perencanaan (penyusunan RPP), pelaksanaan (pembelajaran di kelas dan kegiatan ekstrakurikuler), hingga evaluasi. Ini mencakup lima tema pokok “Pancacinta” yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri dan sesama, serta tanah air. Tahapan implementasi terdiri dari :
• Perencanaan dan Persiapan:
o Membentuk tim penyusun dan menyusun konsep dasar serta materi kurikulum.
o Menyisipkan nilai-nilai KBC ke dalam RPP dan materi pembelajaran.
• Pelaksanaan:
o Dalam Kelas:
Mengedepankan manajemen kelas yang humanis, saling menghargai, dan inklusif.
Menerapkan pembelajaran yang bermakna dengan menyisipkan nilai-nilai (value) pada semua kegiatan.
Melakukan diferensiasi dan penyesuaian perlakuan sesuai kebutuhan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
o Di Luar Kelas:
Mengintegrasikan KBC dalam kegiatan harian seperti doa bersama dan pembacaan Asmaul Husna.
Mengadakan program sekolah seperti Jumat bersih dan literasi cinta.
Melibatkan nilai-nilai KBC dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti kajian keislaman dan Pramuka.
Menumbuhkan cinta tanah air melalui kegiatan seperti upacara bendera.
;
• Evaluasi dan Tindak Lanjut:
o Melakukan evaluasi untuk mengukur efektivitas implementasi, yang bisa dilakukan secara berkala setiap semester.
o Menggunakan berbagai metode seperti observasi, wawancara, dan refleksi diri.
o Melibatkan peran serta orang tua dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan madrasah.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat pemahaman tenaga pendidik dan tenaga kependidikan terkait pengembangan pembelajaran yang berpusat pada cinta, empati, dan pengalaman belajar mendalam. Pendekatan kurikulum berbasis cinta menekankan tumbuhnya suasana belajar yang hangat, penuh penghargaan, dan membangun hubungan emosional positif antara warga madrasah. Sementara itu, deep learning memfokuskan pada kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan pemahaman konsep secara komprehensif.
Keterlinatan tenaga Pendidikan dalam Pelatihan Penilaian Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning membuat suasana pelatihan semakin hidup, Salah satu Staf Tata Usaha Laela Fitriani yang merupakan tenaga kependidikan di MTs Negeri 6 Bantul menegaskan dalam paparan presentasinya bahwa “Kami sebagai tenaga kependidikan akan terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik guna mendukung terwujudnya Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Leaning di MTs Negeri 6 Bantul,” ujar Laila.
Melalui pelatihan ini, tenaga kependidikan menyadari bahwa layanan yang mereka berikan—mulai dari Layaanan administrasi, Kesiswaan, Keuangan keamanan, kebersihan, hingga hubungan antarwarga madrasah—memiliki pengaruh besar terhadap atmosfer belajar siswa. Kehadiran mereka menjadi bagian integral dari terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, hangat, dan mendorong perkembangan karakter. Pelatihan Penilaian Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning diakhiri dengan foto bersama sebagai bentuk laporan kegiatan sudah selesai. (Latif)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































