Yogyakarta – Suasana Aula MAN 1 Yogyakarta berubah menjadi penuh perhatian ketika Tomzy Arzuleo naik ke podium dalam kegiatan Road Show Religi Ramadan 1447 H Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Jumat (27/02/2026). Dengan gaya orasi yang lugas dan komunikatif, Tomzy berhasil memikat hati murid-murid kelas XI yang memenuhi aula. Tomzy menyampaikan tausiyah yang tidak hanya menghibur tetapi juga menggugah kesadaran generasi muda menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Kegiatan Road Show Religi Ramadan 1447 H Kementerian Agama Kota Yogyakarta yang dihadiri Kankemenag Kota Yogyakarta dan jajaran pejabat di dalamnya berlangsung khusyu dan bermakna. Dalam tausiyahnya, Tomzy menekankan bahwa makna puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari berbagai bentuk kemaksiatan. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum bagi setiap muslim, khususnya generasi muda, untuk membersihkan diri dari perilaku yang dapat menjauhkan manusia dari nilai-nilai kebaikan. “Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Puasa adalah latihan untuk meninggalkan segala bentuk kemaksiatan yang pada akhirnya bisa menjerumuskan manusia pada keburukan,” ungkap Tomzy di hadapan para peserta.
Tomzy juga menyinggung peran strategis generasi muda, khususnya Generasi Z, dalam membangun peradaban yang lebih baik. Tomzy menyampaikan bahwa generasi muda saat ini memikul amanah besar untuk membawa perubahan menuju peradaban yang lebih luhur dan bermartabat. Menurutnya, generasi muda Islam harus memiliki visi besar dan kesadaran bahwa masa depan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kualitas generasi yang ada saat ini. “Generasi Z hari ini membawa amanah untuk memperbaiki dan mengangkat peradaban. Karena itu kita tidak boleh menjadi generasi yang biasa-biasa saja, tetapi harus menjadi generasi yang membawa manfaat bagi banyak orang,” ujar Tomzy lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Tomzy juga mengingatkan bahwa setidaknya terdapat beberapa tanggung jawab penting bagi generasi muda Islam. Salah satunya adalah semangat tholabul ilmi atau menuntut ilmu. Ia menyinggung pesan klasik tentang pentingnya mencari ilmu hingga ke negeri China sebagai simbol bahwa ilmu harus dikejar dengan kesungguhan. Menurutnya, tujuan utama menuntut ilmu adalah membuka wawasan dan kemampuan berpikir sehingga seseorang dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain itu, Tomzy menyoroti realitas kehidupan generasi muda yang tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Tomzy menegaskan bahwa meninggalkan teknologi bukanlah pilihan realistis di era saat ini. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana generasi muda mampu menggunakan teknologi secara bijak dan produktif. “Kita hidup di zaman teknologi. Tidak mungkin kita meninggalkannya. Yang harus kita lakukan adalah menggunakan teknologi untuk kebaikan, untuk belajar, untuk berdakwah, dan untuk memberi manfaat bagi orang lain,” jelas Tomzy.
Pada bagian akhir tausiahnya, Tomzy mengajak teman-temannya kelas XI untuk selalu menanamkan niat melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, generasi muda yang kuat adalah mereka yang memiliki integritas, kejujuran, tanggung jawab, serta keberanian untuk mencoba hal-hal positif. Ia menekankan bahwa karakter inilah yang akan membentuk generasi yang dapat dipercaya dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. mengapresiasi penyampaian tausiah yang dinilai mampu menyentuh realitas kehidupan generasi muda. Edi berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat menjadi motivasi bagi para murid untuk terus memperbaiki diri. “Pesan yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini. Kami berharap anak-anak dapat mengambil hikmah dari tausiah ini dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar, memperkuat karakter, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutur Edi.
Kegiatan Road Show Religi Ramadan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial menjelang bulan suci, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi murid-murid untuk menyiapkan diri menyambut Ramadan dengan semangat memperbaiki diri, memperkuat spiritualitas, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (luf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































