Di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota, sebuah aksi nyata dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA). Bukan sekadar teori di bangku kuliah, para mahasiswa ini turun langsung ke lapangan untuk menjalankan misi kemanusiaan melalui program pemberdayaan keluarga dhuafa. Kegiatan yang merupakan bagian dari dakwah lapangan ini menyasar Ibu Sarmini, seorang perantau asal cirebon yang berdagang perabotan keliling yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan pendapatan yang sangat terbatas. Di usia 50 tahun, Ibu Sarmini harus bertahan di sebuah kontrakan sederhana di kawasan Klender, Jakarta Timur, sambil terus menjajakan barang dagangannya setiap hari. Aksi yang dilakukan oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Saira Irawati, Qoirun Nisak, dan Siti Rahmia Nasywa ini dilandasi oleh semangat Surah Al-Ma’un. Semangat ini merupakan warisan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang mengajarkan bahwa keberagamaan seseorang barulah nyata jika diwujudkan dalam kepedulian terhadap anak yatim dan orang-orang miskin.
Dari Fundraising hingga Kemandirian Ekonomi
Proses pemberdayaan ini dilakukan secara sistematis, dimulai dari survei mendalam, wawancara, hingga penyusunan strategi bantuan. Untuk mewujudkan perubahan tersebut, para mahasiswa melakukan penggalangan dana dari puluhan donatur yang tergerak untuk berkontribusi. Transformasi nyata terlihat dari bentuk bantuan yang diberikan. Tim tidak hanya memberikan bantuan kebutuhan pokok, tetapi fokus pada penguatan modal usaha. Ibu Sarmini kini memiliki stok perlengkapan jualan yang jauh lebih lengkap, mulai dari berbagai jenis sapu, alat pel, hingga sikat. Langkah ini diambil agar Ibu Sarmini dapat meningkatkan pendapatannya secara mandiri dan keluar dari jerat kemiskinan structural. Selain modal usaha, dukungan juga diberikan dalam bentuk peralatan rumah tangga yang lebih layak. Sebelumnya, keterbatasan sarana membuat beban hidup sehari-hari terasa berat, namun kini Ibu Sarmini telah dibekali dengan peralatan memasak baru serta stok sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar selama beberapa bulan ke depan

Puncak kegiatan yang dilaksanakan pada awal Januari 2026 ini memberikan dampak emosional yang mendalam, baik bagi penerima manfaat maupun bagi para mahasiswa. Bagi mahasiswa UHAMKA, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga tentang empati dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari civitas akademika Muhammadiyah. Ibu Sarmini kini dapat menatap masa depan dengan lebih optimis. Dengan modal usaha yang lebih kuat dan beban hidup yang sedikit berkurang, ia memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kemandirian finansial. Program ini membuktikan bahwa dakwah mahasiswa tidak harus selalu di atas mimbar, melainkan bisa diwujudkan melalui aksi nyata yang mengubah jalan hidup seseorang. Tim pelaksana berharap inisiatif semacam ini dapat terus berlanjut secara berkala demi menciptakan perubahan sosial yang lebih luas dan abadi di masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































