Kegiatan rekreasi yang dilaksanakan oleh Venezia Membaca ini ditujukan khusus bagi Pengurus dan Relawan Angkatan ke-2 sebagai bentuk apresiasi sekaligus ruang kebersamaan setelah melalui berbagai proses pengabdian dan kegiatan literasi. Rekreasi ini dirancang tidak semata sebagai perjalanan wisata, tetapi sebagai kegiatan yang memadukan kebersamaan, edukasi, dan pengenalan sejarah. Dalam pelaksanaannya, Venezia Membaca berkolaborasi dengan Tjileungsi Historical Heritage, dengan Kak Arel sebagai pemandu kegiatan sekaligus penyampai materi sejarah selama perjalanan berlangsung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan titik kumpul di Taman Utama Venezia atau Taman Segitiga pada pagi hari. Setelah seluruh peserta berkumpul, rombongan berangkat menuju Stasiun Nambo pada pukul 07.20 WIB. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 13 orang, terdiri dari Yoga, Jundi, Aulia, Eka, Lida, Nadya, Jaki, Hani, Rizki, Febry, Rika, Putri, serta Kak Arel sebagai tour guide dari Tjileungsi Historical Heritage. Sejak awal keberangkatan, suasana kegiatan berjalan tertib dan kondusif, dengan interaksi yang hangat antar pengurus dan relawan.

Rombongan tiba di Stasiun Nambo pada pukul 07.48 WIB. Namun, kondisi hujan deras menyebabkan rombongan tidak dapat mengejar kereta dengan jadwal pukul 07.50 WIB menuju Stasiun Citayam untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Bogor. Situasi ini mengharuskan rombongan menunggu keberangkatan berikutnya hingga pukul 09.15 WIB.
Perjalanan kembali dilanjutkan dan rombongan akhirnya tiba di Stasiun Bogor pada pukul 10.15 WIB. Setibanya di stasiun, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan singkat mengenai sejarah Stasiun Bogor yang disampaikan oleh Kak Arel. Penjelasan ini menyoroti peran Stasiun Bogor sebagai salah satu simpul transportasi penting sejak masa kolonial, khususnya dalam mendukung aktivitas pemerintahan dan mobilitas di kawasan Bogor yang dikenal sebagai Buitenzorg pada masa Hindia Belanda.
Setelah sesi pengenalan tersebut, rombongan bergerak menuju Kebun Raya Bogor. Kondisi cuaca yang mendung membuat suasana perjalanan terasa lebih sejuk. Rombongan memasuki kawasan Kebun Raya Bogor sekitar pukul 11.15 WIB. Kegiatan di dalam kawasan diawali dengan makan siang bersama di area pinggir danau yang menghadap langsung ke Istana Bogor. Waktu makan siang dimanfaatkan hingga pukul 12.00 WIB, dengan suasana santai namun tetap tertib.

Usai makan siang, Kak Arel menyampaikan penjelasan mengenai sejarah Istana Bogor, termasuk fungsinya sejak masa kolonial hingga perannya saat ini sebagai salah satu istana kepresidenan. Penjelasan tersebut memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, dan perkembangan sejarah kota Bogor secara umum.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri area kompleks pemakaman orang Belanda yang berada di sekitar kawasan Kebun Raya Bogor. Pada lokasi ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai latar belakang keberadaan kompleks pemakaman tersebut serta konteks sejarah yang melingkupinya. Setelah itu, rombongan melanjutkan penelusuran ke berbagai bagian Kebun Raya Bogor, menikmati keanekaragaman tumbuhan, jalur-jalur rindang, serta deretan pohon besar yang telah berusia ratusan tahun. Beberapa area koleksi tanaman, taman tematik, dan lanskap alami Kebun Raya Bogor menjadi bagian dari rute yang dilalui, sekaligus memperlihatkan fungsi kawasan ini sebagai pusat konservasi dan pendidikan botani.

Sepanjang kegiatan, peserta tidak hanya menikmati suasana alam, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai peran Kebun Raya Bogor dalam pelestarian flora dan sejarah perkembangannya sebagai kebun botani tertua di Asia Tenggara. Interaksi yang terbangun selama perjalanan memperkuat kebersamaan antar pengurus dan relawan, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar di luar ruang yang bersifat kontekstual.

Rangkaian kegiatan rekreasi ini diakhiri dengan persiapan kembali ke Bogor, dan rombongan meninggalkan Kota Bogor pada pukul 16.40 WIB. Secara keseluruhan, kegiatan rekreasi ini menjadi ruang jeda yang bermakna, tidak hanya untuk beristirahat, tetapi juga untuk memperkuat hubungan antar anggota, memperluas wawasan sejarah, serta menegaskan pentingnya pembelajaran yang dapat berlangsung di berbagai ruang, termasuk ruang terbuka dan ruang publik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































