Majalengka, siaran-berita.com – Desa Darmalarang, yang terletak di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, merupakan sebuah desa yang tumbuh dari sejarah panjang dan nilai-nilai kearifan lokal yang masih dijaga hingga kini. Desa ini bukan hanya ruang hidup masyarakat, tetapi juga jejak peradaban kecil yang sarat makna, tempat di mana sejarah, adat dan amanah leluhur berpadu dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai destinasi wisata budaya, Darmalarang menawarkan pengalaman yang berbeda. Wisatawan tidak hanya disuguhi suasana pedesaan yang tenang dan asri, tetapi juga diajak menyelami cerita masa lalu yang membentuk identitas desa. Setiap sudut Darmalarang menyimpan kisah, setiap petuah leluhur masih hidup dalam laku masyarakatnya.
Sejarah Desa Darmalarang bermula dari perjalanan dua tokoh masyarakat pada masa lampau, yakni Embah Darma Haji, yang dikenal pula sebagai Haji Hakeki Cempakalarang, seorang pendatang dari Solo, Jawa Tengah, serta Sunia Larang, tokoh masyarakat setempat yang hidup dan menetap di wilayah Sunia. Pertemuan dua tokoh inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Desa Darmalarang.
Nama Darmalarang diambil dari penyatuan kedua tokoh tersebut. Kata “Darma” berasal dari Embah Darma Haji, sedangkan “Larang” diambil dari Sunia Larang. Penyatuan nama ini melambangkan persatuan nilai antara pendatang dan pribumi, sekaligus menjadi dasar filosofi kehidupan masyarakat desa yang menjunjung tinggi kesepakatan adat dan kebersamaan.

Makna kata “Larang” memiliki peran penting dalam sejarah desa. Pada masa awal berdirinya, masyarakat Darmalarang hidup dengan memegang teguh berbagai larangan dan pantangan adat. Pantangan tersebut bukan sekadar aturan, melainkan pedoman hidup yang bertujuan menjaga keharmonisan sosial, moral dan spiritual masyarakat.
Salah satu larangan yang diwariskan adalah larangan membangun rumah panggul. Larangan ini berakar dari kisah Embah Darma Haji sebagai pendatang yang pernah mengalami konflik dengan Embah Panji Laksana sebagai pribumi. Dalam peristiwa tersebut, Embah Darma Haji pernah dikepung sehingga tidak dapat keluar dari rumah panggulnya. Kisah ini kemudian diwariskan sebagai pelajaran agar masyarakat hidup sederhana, tidak meninggikan diri dan menghindari kesenjangan sosial.
Larangan lain yang dikenal masyarakat adalah pantangan menanam atau memelihara ikan mas merah. Pantangan ini berkaitan dengan kisah Nyimas Kancra, putri Embah Darma Haji. Hingga kini, larangan tersebut masih dihormati sebagai bagian dari identitas budaya dan penghormatan terhadap sejarah leluhur desa.
Selain pantangan adat, Darmalarang juga mewarisi pesan moral yang sangat mendalam terkait nilai spiritual. Salah satu amanah leluhur adalah agar seseorang tidak tergesa-gesa menunaikan ibadah haji sebelum benar-benar siap menjalankan tanggung jawab sosial dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Pesan ini berasal dari Eyang H. Hakeki Cempaka, tokoh pendiri desa yang sangat dihormati.
Petuah beliau yang terus dikenang hingga kini berbunyi:
“Orang yang baik adalah orang yang dapat memberi manfaat bagi orang lain.”
Petuah tersebut menjadi ruh kehidupan masyarakat Desa Darmalarang. Nilai ini tercermin dalam budaya gotong royong, kepedulian sosial, kesederhanaan hidup serta rasa saling menghormati antarwarga yang masih terjaga hingga sekarang.

Sebagai destinasi wisata budaya di Kecamatan Banjaran, Desa Darmalarang menawarkan pengalaman edukatif dan reflektif. Wisatawan dapat mendengarkan kisah sejarah desa langsung dari para sesepuh, mengenal pantangan adat yang sarat makna serta menyaksikan bagaimana nilai leluhur diterapkan dalam kehidupan modern masyarakat desa.
Wisata budaya Darmalarang bukan sekadar perjalanan melihat masa lalu, tetapi juga ajakan untuk memahami nilai kehidupan. Di tengah arus modernisasi, desa ini menjadi ruang pembelajaran tentang pentingnya menjaga identitas, menghormati sejarah dan hidup bermanfaat bagi sesama.
Dengan kekayaan sejarah, nilai adat, serta kearifan lokal yang masih hidup, Desa Darmalarang di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, layak menjadi destinasi wisata budaya yang tidak hanya dikunjungi, tetapi juga dikenang dan dipelajari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”



















































![aisah nur Safitri adalah gadis cilik SMP yang berprestasi dalam bidang seni tari 52 jakarta, Gadis cilik Aisah Nur Safitri, siswa [Nama Sekolah], berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam Kompetisi Tari Tingkat Kota yang diadakan di bidang seni tari. Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di kota. Dengan penampilan yang memukau, Aisah Nur Safitri berhasil memikat hati juri dan penonton. Ia menampilkan tarian yang sangat ekspresif dan penuh energi, sehingga membuatnya menjadi salah satu peserta yang paling menonjol dalam kompetisi ini. " Saya sangat senang dan bangga bisa menjadi Juara Harapan 1 dalam kompetisi ini," kata Aisah Nur Safitri. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada guru-guru dan keluarga saya yang telah mendukung saya sepanjang proses latihan." Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain untuk terus mengembangkan bakat mereka dan mencapai prestasi yang lebih tinggi](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20251109-WA0213-120x86.jpg)





















