DIY – Sebanyak 304 Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) diterjunkan ke enam kabupaten di Jawa Tengah untuk mendukung program pemutakhiran data digital sertipikat lama yang dijalankan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Penugasan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP–PTLP) Tahun Akademik 2025–2026 yang berlangsung pada 9 Februari hingga 11 Juli 2026.
Salah satu peserta yang ditempatkan di Kabupaten Boyolali, Asrorul Habib, menyampaikan bahwa para taruna telah menyiapkan strategi mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan yang dilengkapi monitoring dan evaluasi. Ia menambahkan, selain penguasaan teknis, peserta juga dibekali kemampuan memahami karakter wilayah serta kearifan lokal agar mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan.
Dalam pelaksanaan KKNP-PTLP di Jawa Tengah, target inventarisasi data mencakup 29.945 bidang di Kabupaten Temanggung, 26.633 bidang di Kabupaten Demak, 64.114 bidang di Boyolali, 76.627 bidang di Kabupaten Klaten, 42.228 bidang di Kabupaten Pati, serta 23.655 bidang di Kabupaten Batang. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penguatan validasi dan sinkronisasi informasi pertanahan.
Evangeline Ayla, peserta yang juga ditempatkan di Boyolali, menyatakan kesiapan timnya untuk menjalankan tugas. Ia mengapresiasi dukungan Kantor Pertanahan setempat yang telah menyiapkan peta kerja dan data pendukung sehingga pelaksanaan di lapangan dapat berjalan lebih efektif.
Dalam kegiatan pelepasan di Pendopo Sasana Widya Bhumi STPN, Sleman, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, berharap kegiatan KKN pertanahan ini mampu mendorong penertiban serta peningkatan tata kelola pertanahan secara berkelanjutan. Ia juga meminta dukungan masyarakat di wilayah penugasan agar proses pengumpulan dan pemutakhiran data berjalan lancar.
Wamen Ossy mengingatkan bahwa sikap dan perilaku taruna selama bertugas akan mencerminkan institusi yang menaungi. Karena itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme, etika, dan integritas dalam setiap tahapan kegiatan. Melalui kolaborasi antara kampus dan pemerintah, program ini diharapkan mampu memperkuat akurasi data tanah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan di daerah. (GE/FA)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































