Gen Alpha Menjadi Aset Penting Untuk Masa Depan: Edukasi Peduli Lingkungan di SDN Medokan Ayu II/615
Surabaya – Mahasiswa Program Studi Akuntansi UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Gen Alpha Menjadi Aset Penting untuk Masa Depan” di SDN Medokan Ayu II/615 pada Selasa (2/12). Kegiatan ini merupakan aksi nyata Pancasila yang berfokus pada pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini melalui edukasi pemilahan sampah serta penguatan perilaku hidup bersih di lingkungan sekolah dasar.
Kegiatan ini disusun sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan pengelolaan sampah di sekolah, yang setiap hari menghasilkan volume sampah cukup besar namun belum sepenuhnya terpilah antara sampah organik dan anorganik. Minimnya fasilitas pemilahan sampah menimbulkan kebiasaan membuang sampah secara sembarangan dan mencampur berbagai jenis sampah dalam satu tempat. Berangkat dari masalah tersebut, para mahasiswa menghadirkan edukasi yang dikemas secara menarik agar mudah dipahami oleh siswa-siswi sekolah dasar.
Sebagai pembina kegiatan, Dr. Letda KC Taufikurrahman, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa aksi ini menjadi bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila, terutama pada aspek kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab moral, dan perilaku beradab terhadap sesama. “Anak-anak usia sekolah dasar adalah aset masa depan. Dengan memberikan edukasi dan fasilitas yang tepat, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan serta memahami tanggung jawab menjaga alam sebagai bagian dari pengamalan nilai Pancasila,” ujarnya.
Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edutainment yang menggabungkan edukasi dan hiburan. Siswa diperkenalkan dengan jenis-jenis sampah, dampak membuang sampah sembarangan, serta pentingnya memilah sampah sesuai kategorinya. Setelah penyampaian materi, siswa mengikuti permainan interaktif “Tebak Sampah”, di mana mereka diminta memasukkan sampah contoh ke dalam tempat sampah organik atau anorganik. Antusiasme siswa tampak dari partisipasi mereka dalam menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan dengan penuh semangat.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini karena dapat membantu memperkuat karakter siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kegiatan yang melibatkan siswa kelas 3 ini diharapkan mampu menanamkan kebiasaan positif dan menjadi awal terbentuknya budaya memilah sampah di sekolah.
Dan anggota kelompok, Rafli dan rekannya Effan, menyampaikan bahwa kegiatan ini membantu siswa memahami perbedaan berbagai jenis sampah melalui praktik langsung, bukan hanya teori. “Anak-anak terlihat sangat antusias. Mereka jadi tahu mana yang termasuk sampah organik dan mana yang harus dipisahkan ke tempat sampah anorganik,” ujarnya.
Ke depan, tim pelaksana merencanakan tindak lanjut berupa kerja sama dengan pihak sekolah untuk memastikan fasilitas tempat sampah terpilah digunakan secara konsisten. Selain itu, mahasiswa berharap kegiatan ini dapat memotivasi siswa agar terus menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan membangun budaya memilah sampah yang berkelanjutan.
Acara ditutup dengan foto bersama, pemberian hadiah kepada siswa yang aktif, serta penyerahan pesan dan kesan dari guru pendamping. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda—khususnya Gen Alpha—dapat tumbuh sebagai generasi yang memiliki kepedulian lingkungan, disiplin, dan berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































