Garut, 12 Desember 2025 – MIS Ar-Raudhotun Nur kembali menunjukkan keseriusannya dalam membentuk generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap bangsa Indonesia. Salah satu guru teladan, Bapak Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, mengambil langkah inspiratif dengan menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui pemahaman makna lagu-lagu nasional kepada siswa kelas 3.
Di saat sebagian guru sibuk mengolah nilai rapor pada akhir semester, Pak Insan tetap meluangkan waktu untuk memberikan pembinaan bermakna kepada para siswanya. Baginya, proses pendidikan tidak boleh berhenti meskipun berada di masa-masa padat tugas administrasi. Setiap kesempatan harus dimanfaatkan untuk membentuk karakter siswa, terutama dalam hal rasa cinta kepada bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, Pak Insan mengajak seluruh siswa kelas 3 untuk mendalami makna di balik lirik lagu-lagu nasional. Ia menjelaskan satu per satu bait yang terdapat dalam lagu-lagu seperti “Indonesia Raya”, “Bangun Pemudi Pemuda”, “Garuda Pancasila”, hingga “Tanah Airku”. Para siswa diajak untuk tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar memahami nilai perjuangan, semangat persatuan, serta pesan moral yang terkandung di dalamnya. “Saya ingin anak-anak merasakan bahwa lagu nasional itu bukan sekadar nyanyian. Di dalamnya ada cerita tentang perjuangan, tentang semangat bangsa. Kalau mereka mengerti maknanya, mereka akan menyanyikannya dengan hati, bukan hanya dengan suara.” ujar Pak Insan dengan penuh semangat.

Tidak berhenti di pemahaman saja, Pak Insan juga melatih cara menyanyikan lagu nasional dengan penghayatan. Ia mengajarkan bagaimana ekspresi wajah, intonasi suara, hingga sikap tubuh yang menunjukkan rasa bangga ketika menyanyikan lagu kebangsaan. Beberapa siswa tampak merasa terharu ketika memahami makna lirik yang sebelumnya hanya mereka hafal tanpa mengetahui artinya.
Di sela-sela kegiatan, Pak Insan melakukan pengecekan satu per satu untuk memastikan sejauh mana siswa telah menguasai lagu-lagu nasional yang diajarkan. Ia memanggil siswa secara bergiliran, mendengarkan hafalan mereka, serta memberikan pembenahan apabila ada lirik yang kurang tepat. Kegiatan ini membuat siswa merasa lebih diperhatikan sekaligus termotivasi untuk lebih giat menghafal. “Saya ingin memastikan bahwa setiap anak benar-benar paham dan hafal. Bukan untuk kepentingan lomba atau acara seremonial, tetapi untuk membangun rasa bangga terhadap bangsa. Kalau sejak kecil mereka sudah mencintai Indonesia, insyaallah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab.” tambah Pak Insan dalam kutipan langsung lainnya.

Langkah inspiratif ini sekaligus menepis anggapan sebagian pihak bahwa madrasah hanya fokus pada aspek keagamaan. Bagi MIS Ar-Raudhotun Nur, pendidikan ideal harus menghadirkan keseimbangan antara nilai agamis dan nasionalis. Di lingkungan madrasah, nilai agama memang menjadi pondasi utama, namun semangat kebangsaan tidak boleh dikesampingkan. Justru, keduanya harus berjalan beriringan agar siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang utuh: berakhlak mulia, cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.
Madrasah meyakini bahwa pembinaan nasionalisme bukan hanya tanggung jawab sekolah umum, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pendidikan berbasis keagamaan. Siswa tidak hanya dibekali akhlak dan religiusitas yang kuat, tetapi juga dibentuk menjadi warga negara yang cinta Tanah Air. Melalui aktivitas sederhana seperti memaknai lagu nasional, siswa diajak untuk merasakan bahwa menjadi warga negara Indonesia adalah sebuah kebanggaan, sekaligus amanah yang harus dijaga.

Kegiatan pembinaan nasionalisme melalui lagu-lagu nasional ini diharapkan menjadi pondasi awal yang kokoh dalam membangun karakter siswa. Dengan memahami makna setiap lirik lagu, siswa dapat meresapi nilai perjuangan dan persatuan yang telah diwariskan oleh para pahlawan. Cara ini juga menjadi metode efektif untuk menanamkan rasa memiliki terhadap Indonesia sejak usia dini, sehingga mereka tumbuh dengan kesadaran bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda.
Melalui cara sederhana namun bermakna ini, Pak Insan berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki rasa bangga, cinta, dan tanggung jawab terhadap Indonesia. Dengan bekal nilai agamis serta nasionalisme yang seimbang, siswa MIS Ar-Raudhotun Nur diharapkan kelak menjadi individu yang siap berkontribusi untuk kebaikan bangsa dan menjaga keutuhan negara di masa yang akan datang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































