Pernahkah kamu ingin menulis novel tetapi bingung harus mulai dari mana? Banyak ide yang ada di kepala, tapi jari rasanya ragu ngetik kalimat pertama. Tenang saja, kamu tidak sendirian. Banyak penulis baru juga merasakan hal yang sama.
Sebenarnya, menulis novel tidak sesulit yang dibayangkan. Asalkan kamu tahu langkah dasarnya. Jika kamu punya bahan dasarnya, kerangka ceritamu akan terbentuk dan akan menjadi sebuah cerita yang dapat menarik pembaca.
Bayangkan jika tulisanmu selesai dikerjakan. Tokoh yang kamu ceritakan terasa hidup, benar-benar menarik perhatian pembaca, bahkan terhanyut dalam dunia yang kamu bangun. Semua itu bisa kamu lakukan dengan cara yang tepat.
Dengan begitu, mari kita simak 6 langkah menulis novel bagi pemula berikut ini.
1. Menentukan Ide Pokok dan Genre
Tahap paling awal adalah memilih inti cerita dan genre yang ingin kamu tulis. Kamu bisa menulis tentang persahabatan, keluarga, asmara, perjuangan atau bahkan fantasi yang keluar dari kenyataan sesungguhnya. Ide pokok ini merupakan fondasi awal agar kamu dapat memulai cerita, jadi sangat penting memilih tema yang kamu sukai supaya proses menulis terasa lebih nikmat.
2. Menentukan Premis Cerita
Setelah kamu memilih ide pokok, langkah selanjutnya adalah menentukan premis cerita. Fungsi premis cerita yaitu memberikan gambaran umum tentang cerita yang akan kamu tulis. Seperti: bagaimana awal kehidupan tokoh, konflik yang menghalanginya untuk mencapai tujuan, serta bagaimana solusi dalam penyelesaiannya. Premis ini seperti peta agar cerita tidak melebar ke mana-mana dan tetap fokus pada tujuan utama.
3. Membangun Tokoh dan Alur
Berikutnya, kamu bisa mengembangkan karakter dan alur cerita. Mulai dari sifat atau karakter tokoh, latar belakang, kebiasaan, sampai ciri khas yang ingin ditonjolkan. Buatlah tokoh yang kuat untuk menghidupkan keseluruhan cerita. Selanjutnya, tentukan pola alur cerita. Apakah ingin berjalan maju ke depan, kilas balik masa lalu, atau bisa saja kombinasi keduanya, itu bisa diseusaikan kebutuhan.
4. Membuat Outline Cerita
Outline ini fungsinya sebagai kerangka cerita, jika kamu tidak memiliki outline ini ceritamu tidak akan memiliki fokus pada tujuan. Langkahnya bisa kamu lakukan dengan membuat gambaran singkat setiap bab, dari bab awal hingga akhir. Tidak perlu terlalu detail, cukup garis besarnya saja. Dengan outiline, kamu bisa menulis tanpa hilang arah.
5. Mencari Informasi dan Mulai Menulis
Jika ceritamu butuh latar yang spesifik, lakukan riset singkat agar ceritanya terasa nyata dan meyakinkan. Setelah itu, mulailah proses menulis. Jangan terlalu peduli kesempurnaan di fase ini. Prioritaskan menyelesaikan cerita dulu, karena draf pertama memang dibuat untuk diperbaiki kemudian hati.
6. Menyimpan dan Memperbaiki Tulisan
Setelah naskah selesai seluruhnya, simpan saja dulu beberapa minggu. Jeda waktu ini akan membantumu melihat kembali dengan pandangan yang segar. Saat menyunting, hilangkan bagian yang tidak perlu, perbaiki kembali alurnya, dan buang kata-kata yang berlebihan supaya cerita jadi lebih padat dan berbobot.
Menulis novel adalah sebuah perjalanan yang butuh kegigihan dan konsistensi. Dengan mengikuti tahapan ini, kamu sudah lebih dekat untuk menuntaskan novel pertamamu. Yang paling penting, berani saja memulai sebab setiap novel hebat pasti diawali oleh satu kalimat pertama saja.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































