Bagi Rizki Ramadhan, suara bukan sekadar anugerah biologis. Ia adalah amanah. Sejak pertama kali mengenal Al-Qur’an, Rizki telah menanamkan satu keyakinan dalam dirinya: bahwa setiap karunia yang Allah titipkan harus diamalkan, bukan sekadar dimiliki. Dari keyakinan itulah perjalanan panjangnya sebagai qari dan hafidz Al-Qur’an bermula—sebuah perjalanan yang kelak mengantarkannya pada berbagai prestasi hingga prestasi ditingkat nasional.
Kecintaan Rizki Ramadhan terhadap Al-Qur’an tumbuh secara perlahan namun konsisten. Ia tidak lahir dari keluarga artis religi atau panggung besar. Yang ia miliki sejak awal hanyalah kemauan kuat untuk terus belajar, memperbaiki bacaan, memperdalam hafalan, dan menjaga adab terhadap Kalam Ilahi. Suara yang ia miliki tidak pernah ia anggap sebagai kelebihan pribadi, melainkan titipan yang harus dipertanggungjawabkan.
Kesungguhan itu membuahkan hasil. Rizki Ramadhan mulai mengikuti berbagai perlombaan keagamaan, dari tingkat daerah hingga nasional. Prestasi demi prestasi ia raih dengan kerja keras dan disiplin tinggi. Puncaknya, ia berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai Juara 1 Lomba Adzan Tingkat Nasional, Juara 1 Lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Tingkat Nasional, serta Juara 2 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional. Capaian tersebut tidak datang secara instan, melainkan melalui latihan panjang, evaluasi berkelanjutan, serta penguatan niat yang terus dijaga.

Tidak hanya di arena lomba, kualitas suara dan bacaan Rizki Ramadhan juga mendapat pengakuan dari berbagai institusi. Ia pernah diundang oleh Radio Republik Indonesia (RRI) untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an, sebuah pengalaman yang menjadi salah satu momen paling berharga dalam hidupnya. Selain itu, Rizki juga pernah dikontrak oleh perusahaan untuk keperluan rekaman, membuktikan bahwa profesionalisme dan kualitasnya diakui secara luas.
Di balik prestasi tersebut, Rizki Ramadhan juga dikenal sebagai sosok santri berprestasi. Ia tercatat sebagai lulusan terbaik dari pondok pesantren tempat ia menimba ilmu. Lingkungan pesantren membentuk karakter, kedisiplinan, serta keteguhan spiritual yang menjadi fondasi kuat dalam perjalanan hidupnya. Baginya, ilmu Al-Qur’an bukan hanya untuk dipertontonkan, tetapi untuk diamalkan dan disebarkan dengan penuh tanggung jawab.
Hingga kini, Rizki Ramadhan kerap diundang oleh masyarakat untuk mengisi berbagai acara keagamaan dan sosial. Mulai dari tabligh akbar, seminar, pernikahan, hingga forum resmi, ia hadir sebagai qari yang membawa ketenangan melalui lantunan ayat suci. Bahkan, lembaga sebesar Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun pernah mengundangnya, sebuah kehormatan yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai qari yang dipercaya dan dihormati.
Meski telah meraih banyak pencapaian, Rizki Ramadhan tetap menjaga sikap rendah hati. Ia menyadari bahwa perjalanan ini belum berakhir. Masih banyak ayat yang harus dijaga, masih banyak generasi yang perlu diinspirasi, dan masih banyak kesempatan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam kehidupan masyarakat.
Kisah Rizki Ramadhan menjadi bukti bahwa ketika suara diniatkan sebagai ibadah, ia mampu menjelma menjadi jalan prestasi, pengabdian, dan inspirasi. Sebuah perjalanan yang tidak hanya tentang kemenangan, tetapi tentang ketulusan menjaga Kalam Ilahi dan menghidupkannya di tengah umat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”


















































![aisah nur Safitri adalah gadis cilik SMP yang berprestasi dalam bidang seni tari 50 jakarta, Gadis cilik Aisah Nur Safitri, siswa [Nama Sekolah], berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam Kompetisi Tari Tingkat Kota yang diadakan di bidang seni tari. Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di kota. Dengan penampilan yang memukau, Aisah Nur Safitri berhasil memikat hati juri dan penonton. Ia menampilkan tarian yang sangat ekspresif dan penuh energi, sehingga membuatnya menjadi salah satu peserta yang paling menonjol dalam kompetisi ini. " Saya sangat senang dan bangga bisa menjadi Juara Harapan 1 dalam kompetisi ini," kata Aisah Nur Safitri. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada guru-guru dan keluarga saya yang telah mendukung saya sepanjang proses latihan." Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain untuk terus mengembangkan bakat mereka dan mencapai prestasi yang lebih tinggi](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20251109-WA0213-120x86.jpg)
























