Bengkulu — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Tim Giatja Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu melaksanakan panen terong di area pertanian Lapas, Kamis (19/2). Kegiatan ini menjadi simbol keberkahan sekaligus hasil nyata dari program pembinaan kemandirian yang terus dijalankan.
Panen terong tersebut merupakan bagian dari upaya Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu dalam mendukung program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Melalui program ini, warga binaan diberdayakan untuk mengelola lahan pertanian secara langsung, mulai dari pengolahan tanah, penanaman, perawatan, hingga panen. Kegiatan pertanian tersebut tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga sebagai sarana rehabilitasi dan pembinaan keterampilan kerja bagi narapidana.
Kalapas Bengkulu menyampaikan bahwa kegiatan panen di awal Ramadan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kerja, rasa tanggung jawab, serta nilai-nilai produktivitas bagi warga binaan. “Pembinaan melalui pertanian menjadi bekal penting agar mereka memiliki keterampilan dan kesiapan untuk kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya panen terong ini, Lapas Kelas IIA Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah sekaligus menciptakan pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan bagi warga binaan pemasyarakatan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































