Siaran Berita, Sausu, (26/2/2026) – Pagi hari Sausu tidak selalu ramai, namun semangat yang tumbuh dari tanah sederhana itu sering kali lebih kuat daripada hiruk pikuk kota besar. Jalanan desa yang panjang dan sunyi menjadi saksi perjalanan seorang pemuda yang memilih untuk terus bergerak ketika harapan sempat terasa menjauh. Dari kawasan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, lahir kisah tentang ketekunan, tentang kegagalan yang tidak mematahkan, serta tentang keyakinan bahwa mimpi selalu punya ruang untuk diperjuangkan.
Rifa Arjuna merupakan pemuda kelahiran Sausu pada 22 Desember 2006, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Ia dikenal sebagai pelari muda daerah yang aktif membagikan aktivitas latihan dan perjalanan hidup melalui media sosial Instagram dengan nama akun @riffa_arjuna12 serta TikTok @rifaarjuna22. Identitasnya sebagai pemuda Sausu Parigi Moutong menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Rifa tumbuh dalam lingkungan sederhana, jauh dari fasilitas olahraga modern maupun pusat pelatihan profesional. Sejak remaja, ia memiliki cita-cita besar untuk menjadi abdi negara. Upaya tersebut bukan sekadar angan, melainkan diwujudkan melalui pendaftaran ke berbagai perguruan tinggi, mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil, serta mencoba tahapan seleksi TNI dan Polri. Rifa Arjuna Sausu Parigi Moutong menjadi gambaran nyata generasi muda daerah yang memiliki ambisi kuat untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengangkat nama keluarga melalui jalur pengabdian kepada negara.
Perjalanan menuju cita-cita tersebut tidak berjalan mulus. Seleksi yang ketat serta persaingan tinggi membuat Rifa harus menerima kenyataan pahit berupa kegagalan. Penolakan bukan hanya sekali, melainkan berulang. Namun kegagalan itu tidak ia artikan sebagai akhir. Ia memilih melihatnya sebagai proses pembentukan mental. Keyakinan bahwa setiap usaha memiliki nilai tersendiri membuatnya tetap berdiri tegak.

Olahraga lari kemudian hadir sebagai ruang pembentukan diri. Aktivitas tersebut bermula dari kebiasaan sederhana menjaga kebugaran. Lambat laun, lari menjadi bagian penting dari identitasnya. Setiap pagi, langkah kaki menyusuri jalanan Sausu menjadi simbol perjuangan. Ritme napas, detak jantung, serta keringat yang mengalir membentuk kedisiplinan yang sebelumnya tidak ia rasakan. Lari mengajarkannya tentang konsistensi, tentang kesabaran, serta tentang kemampuan bertahan ketika tubuh dan pikiran mulai lelah.
Sebagai pelari muda asal Sulawesi Tengah, Rifa tidak memiliki fasilitas lengkap atau pelatih profesional. Ia membangun kebiasaan latihan secara mandiri, mengandalkan informasi dari berbagai sumber serta pengalaman pribadi. Konsistensi menjadi kunci. Jarak tempuh meningkat secara bertahap, stamina dibangun melalui latihan rutin, serta pola hidup sehat mulai diterapkan sebagai bagian dari komitmen terhadap diri sendiri.
Lebih dari sekadar aktivitas fisik, lari menjadi terapi mental. Kegagalan seleksi tidak lagi terasa menyesakkan karena setiap langkah membawa harapan baru. Rifa memahami bahwa proses tidak selalu cepat. Sama seperti berlari jarak jauh, tujuan besar hanya bisa dicapai melalui kesabaran dan ketahanan.
Motivasi terbesarnya tetap berpijak pada keluarga. Rifa Arjuna Parigi Moutong ingin membanggakan orang tua yang selama ini menjadi sumber dukungan utama. Nama keluarga menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak hanya untuk diri sendiri. Setiap kilometer yang ia tempuh mengandung doa dan harapan agar suatu hari usaha keras itu berbuah hasil.

Fenomena seperti Rifa Arjuna Sausu Sulawesi Tengah mencerminkan realitas banyak pemuda daerah Indonesia. Keterbatasan akses bukan berarti keterbatasan mimpi. Ketekunan, disiplin, serta kemauan belajar mampu membuka peluang baru. Media sosial yang ia kelola bukan sekadar ruang berbagi, melainkan sarana membangun jejaring dan menyebarkan semangat positif kepada generasi muda lain.
Perjalanan Rifa masih jauh dari garis akhir. Cita-cita menjadi abdi negara tetap ia simpan sebagai tujuan utama. Lari menjadi fondasi mental yang memperkuat langkah menuju kesempatan berikutnya. Kegagalan tidak lagi dipandang sebagai tembok, melainkan sebagai tikungan yang mengarahkan pada jalur berbeda.
Rifa Arjuna membuktikan bahwa anak daerah mampu berdiri sejajar dengan siapa pun selama tekad tidak pernah padam. Dari Sausu Parigi Moutong Sulawesi Tengah, semangat itu terus berlari, menembus batas jarak dan keraguan. Cerita ini bukan sekadar kisah pribadi, melainkan potret generasi muda Indonesia yang menolak menyerah pada keadaan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































