LAHAT — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lahat terus memperkuat program pembinaan pendidikan bagi Warga Binaan melalui kegiatan Pengentasan Buta Aksara yang dilaksanakan di Ruang Kelas Merah Putih Lapas Kelas IIA Lahat, Sabtu (07/03/2026).
Kegiatan pembelajaran ini diikuti oleh 8 orang Warga Binaan laki-laki yang menunjukkan antusiasme tinggi selama proses belajar berlangsung. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Lahat dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga peningkatan kemampuan dasar pendidikan bagi Warga Binaan. Kegiatan pembelajaran dipandu oleh Staf Bimkemaswat, bersama peserta Magang HUB Batch III, dengan pengawasan dari Regu Pengamanan II yang sedang bertugas guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pengulangan materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, seperti pengenalan huruf dasar, latihan membaca suku kata sederhana, serta latihan menulis huruf secara berulang di buku tulis. Pengulangan dilakukan secara bersama-sama dan bergiliran untuk memastikan setiap peserta benar-benar memahami materi yang telah diajarkan.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan latihan menulis huruf A hingga P serta latihan mengeja huruf secara perlahan. Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak aktif mengikuti instruksi pengajar, bahkan beberapa di antaranya mulai mampu mengenali serta menyebutkan huruf secara mandiri.

Dari kegiatan tersebut, terlihat adanya perkembangan positif pada peserta, di mana mereka mulai semakin mengenal, serta menunjukkan peningkatan kemampuan dasar membaca dan menulis secara bertahap. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat belajar dan rasa percaya diri bagi para Warga Binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Lahat, Reza Meidiansyah Purnama, menyampaikan bahwa program pengentasan buta aksara merupakan bagian penting dalam proses pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan.
“Melalui program ini kami ingin memastikan bahwa setiap Warga Binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan literasi dasar. Pendidikan merupakan bekal penting agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan lebih siap dan percaya diri,” ujar Kalapas.
Program Kelas Merah Putih sendiri menjadi salah satu inovasi pembinaan pendidikan di Lapas Kelas IIA Lahat yang dirancang untuk memenuhi hak pendidikan bagi Warga Binaan. Selain pengentasan buta aksara, program ini juga mencakup pendidikan kesetaraan yang bertujuan membangun pengetahuan, keterampilan, serta karakter positif bagi para peserta.
Melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan ini, Lapas Kelas IIA Lahat berharap seluruh peserta program dapat mencapai kemampuan membaca dan menulis yang memadai, sehingga mampu membuka peluang kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































