Yogyakarta – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta menggelar seleksi tahap kedua Jalur Prestasi Tahfidz Terpadu (JPTT) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (10/3/2026). Tahapan ini menjadi bagian dari proses penjaringan calon murid baru yang memiliki kemampuan hafalan Al-Qur’an.
Seleksi tahap kedua diikuti oleh para pendaftar yang sebelumnya telah terverifikasi administrasi berdasarkan sertifikat hafalan yang dimiliki. Para peserta tercatat memiliki hafalan minimal tujuh juz, kemudian diuji kembali hafalannya secara langsung oleh tim penguji. Selain itu, peserta juga mengikuti wawancara untuk menggali kesiapan mereka mengikuti program tahfidz di MAN 1 Yogyakarta.
Ketua Panitia Penerimaan Murid Baru MAN 1 Yogyakarta, Yudhistiro Adhi Nugroho, S.S, menjelaskan bahwa tahapan ini bertujuan memastikan kualitas hafalan sekaligus menilai kesiapan peserta untuk mengikuti pembinaan tahfidz di madrasah.

“Peserta yang sebelumnya telah terverifikasi melalui sertifikat hafalan minimal tujuh juz diuji kembali hafalannya secara langsung. Selain itu, mereka juga mengikuti sesi wawancara untuk melihat kesiapan dan komitmennya mengikuti program tahfidz di MAN 1 Yogyakarta,” ujar Yudhistiro.
Seleksi diikuti oleh 98 peserta dari total 127 pendaftar. Untuk menjaga efektivitas pelaksanaan, ujian dibagi dalam tiga sesi.
Menurut Yudhistiro, antusiasme peserta cukup tinggi meskipun pelaksanaan seleksi bertepatan dengan agenda lain di sejumlah sekolah.
“Dari 127 pendaftar, sebanyak 98 peserta hadir mengikuti ujian. Kami membagi pelaksanaan menjadi tiga sesi. Kendalanya, hari ini bertepatan dengan pelaksanaan uji coba TKA, sehingga ada sejumlah peserta yang mengajukan perpindahan sesi,” katanya.
Hasil seleksi ini akan menjadi dasar penentuan calon murid baru jalur tahfidz. Peserta yang dinilai memenuhi kriteria program tahfidz MAN 1 Yogyakarta akan diterima sebagai murid baru.
Adapun kuota penerimaan jalur tahfidz maksimal sebanyak 30 murid. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 11 Maret 2026 melalui kanal resmi yang telah ditentukan panitia. Seleksi tahap ini juga menjadi tahap akhir, sehingga tidak ada seleksi lanjutan setelahnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd, menilai jalur tahfidz menjadi salah satu strategi madrasah untuk memperkuat karakter religius sekaligus menjaga tradisi keilmuan Al-Qur’an di lingkungan pendidikan.
“Program tahfidz merupakan salah satu ikhtiar madrasah untuk menyiapkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kuat secara spiritual. Kami berharap murid yang diterima melalui jalur ini mampu menjaga hafalan Al-Qur’annya sekaligus berprestasi dalam bidang akademik,” tandas Edi.
Ia juga mengapresiasi tingginya minat calon murid mengikuti seleksi tahfidz tahun ini. Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan bahwa program tahfidz di MAN 1 Yogyakarta semakin mendapat kepercayaan masyarakat. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































