LAMONGAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan menggelar acara buka puasa bersama (bukber) yang dihadiri Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kasi Intel Kejari) Lamongan, Erfan Nurcahyo, S.H., Senin (11/03/2026) malam. Dalam forum silaturahmi tersebut, Erfan menyampaikan pesan perdana sekaligus merespons sejumlah pertanyaan wartawan terkait isu strategis.
Pesan Kerukunan di Tengah Dinamika Global
Di hadapan para mustasyar, syuriah, dan tanfidziyah PCNU, Erfan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni antarumat beragama. Ia mengingatkan bahwa situasi geopolitik dunia, termasuk konflik internasional, berpotensi berdampak pada perekonomian nasional hingga daerah.
“Semoga konflik global tidak berimbas pada ekonomi kita. Isu kenaikan BBM dan harga kebutuhan pokok harus kita waspadai bersama. Mari jaga kerukunan sebagai benteng menghadapi gejolak eksternal,” ujarnya.
Apresiasi Tradisi NU yang Hangat
Meski baru dua bulan bertugas di Lamongan, Erfan mengaku terkesan dengan budaya lokal yang erat dengan nilai-nilai ke-NU-an. Ia mencontohkan tradisi hidangan malam dalam setiap undangan sebagai wujud keramahan dan kekeluargaan.
“Di sini kalau undangan malam selalu ada makan dan kopi. Itu simbol kehangatan yang luar biasa. Saya lihat di PCNU pun penuh keakraban, seperti keluarga sendiri,” celetuknya disambut gelak tawa hadirin.
Sesi Tanya Jawab: CSR dan Sinergi dengan KPK
Seusai penyampaian pesan, Erfan membuka sesi dialog. Sejumlah wartawan yang hadir melontarkan pertanyaan kritis, antara lain mengenai rencana Kejari Lamongan dalam mengawasi transparansi dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan serta sinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menanggapi hal itu, Erfan dengan rendah hati mengaku masih dalam tahap adaptasi. “Saya baru dua bulan di sini, masih perlu banyak belajar dan memahami dinamika Lamongan. Untuk isu spesifik seperti pengawasan CSR dan sinergi dengan KPK, saya belum bisa memberi penjelasan mendalam. Yang pasti, saya terbuka terhadap masukan dan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait,” jawabnya.
Sikap jujur tersebut diapresiasi para wartawan sebagai bentuk integritas dan profesionalisme.
Media sebagai Mitra Edukasi Hukum
Erfan menegaskan pentingnya sinergi dengan media dalam menyebarluaskan informasi hukum kepada publik. “Media adalah mitra strategis untuk mencerdaskan masyarakat. Transparansi adalah kunci kepercayaan, dan media berperan besar mewujudkannya,” katanya.
Ia juga mengimbau para ulama turut aktif mengedukasi warga mengenai bahaya petasan menjelang Lebaran. “Tugas kita bersama, terutama alim ulama, untuk terus mengingatkan masyarakat agar menjauhi hal-hal berbahaya seperti main petasan. Jangan sampai euforia sesaat menimbulkan korban,” imbuhnya.
Respons Positif PCNU
Pengurus PCNU Lamongan menyambut baik pesan-pesan yang disampaikan. Mereka menilai sinergi antara ulama dan umara (aparat penegak hukum) sangat penting untuk menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami mengapresiasi kehadiran dan pesan Pak Erfan. Sinergi Kejaksaan, tokoh masyarakat, dan ulama adalah kunci utama menjaga Lamongan tetap aman, guyub, dan rukun. Apalagi di bulan suci, silaturahmi seperti ini harus terus diperkuat,” ujar salah satu perwakilan PCNU.
Acara bukber yang berlangsung hingga waktu Isya tersebut diharapkan menjadi fondasi awal bagi penguatan kolaborasi Kejari Lamongan dan PCNU dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum yang humanis di Kabupaten Lamongan. (*)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































