TANGSEL – Musim mudik Lebaran tak hanya membuat terminal, stasiun, dan bandara dipadati pemudik. Tempat penitipan hewan peliharaan pun ikut kebanjiran “penumpang”. Seperti yang terlihat di shelter kucing Gizmo Rescue di kawasan Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang mulai dipadati pemilik kucing yang hendak pulang kampung, pada Sabtu 14 Maret 2026.
Sejak pagi hari, sejumlah warga terlihat datang bergantian membawa kandang berisi kucing kesayangan mereka. Hewan-hewan tersebut dititipkan sementara karena pemiliknya harus meninggalkan rumah selama beberapa hari hingga satu minggu saat momen Lebaran.
Salah satu pemilik kucing, Silvy mengaku, sudah terbiasa menitipkan peliharaannya di tempat tersebut setiap kali mudik atau bepergian ke luar kota.
“Biasanya saya mudik sekitar semingguan. Sudah rutin tiap tahun ke sini, karena di rumah tidak ada yang menjaga kucing. Memang ada alat otomatis seperti auto feeder atau water fountain, tapi itu tidak cukup karena kebersihan kandang dan pasir tetap harus dirawat,” kata Silvy.
Maka itu, lanjut Silvy, menitipkan kucing di shelter merupakan solusi paling aman agar hewan peliharaan tetap mendapatkan perawatan selama ditinggal pemiliknya.
“Di sini kita hanya membantu kebutuhan seperti pakan, pasir, atau vitamin. Biayanya juga sukarela. Yang penting kucing aman dan terurus,” ujarnya.
Pemilik Gizmo Rescue, Hesthi Desilawati mengatakan, lonjakan penitipan kucing menjelang Lebaran sudah menjadi rutinitas setiap tahun.
“Biasanya dua sampai tiga minggu sebelum Lebaran sudah banyak yang booking. Bahkan jumlahnya sering melebihi kapasitas, jadi kami harus menambah kandang,” jelasnya.
Pada hari itu saja, lanjut Hesthi, sudah ada sekitar 15 kucing yang datang untuk dititipkan oleh pemiliknya. “Kami langsung menyiapkan kandang, pasir, dan kebutuhan lainnya. Biasanya dua hari sebelum Lebaran sudah penuh semua,” ujarnya.
Hesthi menjelaskan, shelter yang dikelolanya telah berdiri selama 10 tahun. Sementara layanan penitipan kucing mulai dijalankan sekitar tujuh tahun lalu setelah banyak masyarakat meminta bantuan untuk menjaga hewan peliharaan mereka saat bepergian.
Meski bukan pet hotel, Hesthi menerangkan, pihaknya tetap menerapkan sejumlah aturan untuk menjaga kesehatan kucing yang dititipkan.
“Kucing wajib sudah divaksin minimal F3 atau F4. Ini penting karena di shelter ada banyak kucing, jadi harus mencegah penularan penyakit,” katanya.
Hesthi mengakui, salah satu tantangan terbesar dalam penitipan kucing adalah risiko stres yang dialami hewan ketika berada di lingkungan baru.
“Kadang ada kucing yang stres atau panik. Kalau itu terjadi, kami langsung melakukan penanganan dan melaporkan ke pemilik. Jika perlu, kucing akan dibawa ke klinik untuk observasi,” ujarnya.
Hesthi juga mengimbau, pemilik kucing untuk mempertimbangkan alternatif lain sebelum menitipkan peliharaan, terutama jika ada orang yang bisa menjaga di rumah.
“Kalau bisa sebenarnya ada orang yang menjaga di rumah, misalnya ART atau penjaga sementara. Karena kucing yang dipindahkan dari rumahnya ke tempat baru sering kali mengalami stres,” terangnya.
Meski demikian, setiap tahun permintaan penitipan kucing terus meningkat seiring bertambahnya masyarakat yang memelihara hewan kesayangan namun harus meninggalkannya sementara saat mudik Lebaran.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































