Di balik perbukitan karst yang menjulang di Gunungkidul, Yogyakarta, tersembunyi sebuah desa kecil penuh keunikan yang luar biasa. Terletak di lembah yang dikelilingi pegunungan tinggi dan tebing curam di bekas aliran Sungai Bengawan Solo Purba sebuah desa yang dikenal dengan desa Wota Wati.
Menurut masyarakat nama Wota Wati berasal dari kata Wot jembatan kecil yang digunakan untuk menyeberangi sungai-sungai di lembah bekas alairan sungai Bengawan Solo purba. Setelah Majapahit dilanda perang saudara para kaum bangsawan dan prajurit meninggalkan Majapahit menyebar di seluruh pulau Jawa, sekelompok diantaranya sampai di kawasan desa Wota wati. Mereka menggunakan wot untuk melintasi sungai berkali-kali sehingga mereka berujar “bola-bali ngewot” kemudian menyebut tempat itu sebagai desa Wota wati dan menjadi tempat tinggalnya turun temurun sampai sekarang.
Selain nama desanya yang unik, ada keunikan lain yaitu desa ini dikeliling tebing kars sehingga sinar matahari pagi dan sore terhalang tebing kars, akibatnya matahari baru menyinari desa sekitar jam 08.00 dan mulai gelap pada jam 16.30 WIB.
Sejak Juni 2024, desa ini mendapatkan suntikan dana keistimewaan (Danais) sebesar Rp 5 miliar untuk mempercantik kawasan melalui penataan fasad rumah bergaya klasik—bata merah khas Majapahit dan Mataram Kuno—serta pembangunan pagar artistik dan joglo tradisional. Hingga kini, 79 dari 83 rumah telah dihias dengan estetika tempo dulu, menambah nuansa kuno yang memesona.
Pemerintah lokal sedang mengembangkan Wota-Wati sebagai desa wisata bertema green tourism. Fokusnya bukan pada kuantitas pengunjung, melainkan pada pengalaman berkualitas: homestay dari rumah warga, camping ground, wisata pertanian dan peternakan terpadu, jalur trekking ke Pantai Sadeng, serta pendopo sebagai balai budaya. Selain itu, bimbingan teknis untuk pelaku kuliner lokal telah diselenggarakan guna memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi desa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































