TASIKMALAYA— Lebaran 2026 menjadi momen penuh warna bagi banyak keluarga di Indonesia. Selain tradisi saling bermaafan dan berkumpul bersama, ada satu kebiasaan unik yang kembali mencuri perhatian: saweran keluarga. Tradisi ini bukan sekadar berbagi uang, tetapi juga menghadirkan tawa, kehangatan, dan kebersamaan yang sulit tergantikan.
Suasana hangat itu terasa kental di halaman rumah keluarga Almarhum Bapak Subaedi, yang berada di Kampung Leuwihalang, Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak pagi, halaman rumah sederhana tersebut dipenuhi canda tawa anggota keluarga dari berbagai generasi.
Usai melaksanakan salat Id dan saling bersalam-salaman, keluarga besar menikmati hidangan khas Lebaran seperti opor ayam dan ketupat. Tak lama berselang, acara yang paling ditunggu pun dimulai: saweran keluarga.
Dengan penuh antusias, tradisi saweran dilakukan secara kreatif dan menghibur. Uang pecahan tidak sekadar dibagikan, tetapi disawerkan bersama aneka makanan ringan hingga pewangi. Anak-anak hingga orang dewasa ikut berpartisipasi dengan cara unik—ada yang membawa nampan, ember, bahkan menggunakan baju mereka sebagai “wadah dadakan” demi mendapatkan saweran lebih banyak.
Gelak tawa pun pecah saat momen rebutan berlangsung. Suasana riuh penuh kegembiraan menjadi pemandangan yang mempererat hubungan kekeluargaan.
Menariknya, nilai uang bukanlah hal utama dalam tradisi ini. Kebersamaan dan kehangatan justru menjadi inti dari kegiatan tersebut. Orang tua tampak bahagia melihat anak dan cucunya berinteraksi dengan akrab, sementara generasi muda merasakan kedekatan yang jarang ditemui di hari-hari biasa.

Salah seorang anggota keluarga, Ade Dedi, mengungkapkan bahwa esensi saweran bukan pada nominal yang dibagikan, melainkan pada kebahagiaan bersama.
“Saweran ini bikin Lebaran jadi lebih hidup. Semua ikut terlibat, nggak cuma duduk makan saja, bisa ketawa lepas tanpa beban,” ujarnya sambil tersenyum.
Tradisi ini juga menjadi sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka belajar tentang arti berbagi rezeki dengan cara yang ringan dan penuh kegembiraan.
Di tengah arus modernisasi, tradisi sederhana seperti saweran menjadi pengingat bahwa esensi Lebaran tidak terletak pada kemewahan, melainkan pada kedekatan hati dan kebersamaan keluarga.
Lebaran 2026 di Tasikmalaya pun menjadi bukti, bahwa kebahagiaan sejati kerap hadir dari momen sederhana—ketika keluarga berkumpul, tertawa bersama, dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































