Yogyakarta – Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari derasnya arus informasi hingga ancaman terhadap kesehatan mental dan moral generasi muda, peran pemuda sebagai agen perubahan menjadi semakin krusial. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi diselenggarakannya kegiatan Pembinaan Kepemudaan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta di Hotel Burza Yogyakarta, Rabu (29/04/2026).
Dalam forum strategis ini, dua murid dari MAN 1 Yogyakarta yaitu Nadiyah Dzul Alfi Fahma dan Sang Bayu Panuluh turut hadir sebagai representasi generasi muda yang siap belajar, bertumbuh, dan mengambil peran aktif dalam membangun masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur penting, mulai dari Wakil Wali Kota Yogyakarta, perwakilan Disdikpora, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Narkotika Nasional, Kementerian Agama Republik Indonesia, perwakilan BPD, hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Yogyakarta.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan murid SMA, SMK, dan MA Negeri se-Kota Yogyakarta, yang menjadi peserta utama sekaligus sasaran pembinaan. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan keseriusan bersama dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas. Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S. Ag., S. Pd., M. Pd., dalam pernyataannya menegaskan bahwa keikutsertaan murid dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya madrasah dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
“Semoga mereka bisa menjadi agen perubahan di madrasah dan menginspirasi teman-temannya bagaimana menjadi pemuda yang bertanggung jawab,” terang Edi.
Perwakilan Disdikpora menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi pemuda agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Hal senada disampaikan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta yang menegaskan bahwa kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam membangun ekosistem yang mendukung tumbuhnya pemuda yang kreatif, produktif, dan berdaya saing.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan wawasan yang komprehensif dari para narasumber yang kompeten. Bapak Solihul Huda dari DPRD Kota Yogyakarta memaparkan peran, tanggung jawab, dan hak pemuda dalam perspektif konstitusional. Ia menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis agar pemuda tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang tidak terverifikasi.
Materi berikutnya disampaikan oleh BNN Kota Yogyakarta yang mengangkat isu pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya narkoba dari sisi kesehatan maupun hukum, sekaligus strategi preventif agar generasi muda mampu menjaga diri dan lingkungannya.
Setelah sesi istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan materi tentang nilai budaya dan karakter pemuda oleh Raden Ajeng Cintya dari DPD KNPI Kota Yogyakarta. RA Cintya memperkenalkan filosofi Jawa sebagai landasan kepemimpinan pemuda, yaitu Sawiji (fokus), Greget (semangat), Sengguh (percaya diri dengan rendah hati), dan Ora Mingguh (pantang menyerah). Nilai-nilai ini menjadi pengingat bahwa karakter kuat adalah fondasi utama kepemimpinan.
Materi penutup disampaikan oleh Wahyu Bintaru, S.Psi., M.Psi., yang membahas kesiapan psikologis dan pengembangan diri. Ia menekankan bahwa pemuda yang tangguh adalah mereka yang mampu menjaga keseimbangan antara kesehatan mental, kebiasaan positif, dan kemampuan sosial. Pendekatan ini memberikan perspektif penting bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan mental. (luf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer
































































