Jakarta Pusat – Koordinator Keagamaan PC PMII Jakarta Pusat periode 2026-2027, Ginar Iqro Lil Alamin, S.Pd., menegaskan bahwa negara harus menunjukkan keberpihakan yang lebih nyata terhadap kesejahteraan buruh sebagai pilar utama pembangunan nasional. Menurutnya, perhatian besar pemerintah terhadap berbagai program strategis nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), harus diimbangi dengan keseriusan serupa dalam memastikan buruh Indonesia memperoleh fasilitas, perlindungan, pendidikan, dan kesejahteraan yang memadai.
Ginar menilai bahwa buruh adalah kekuatan produktif bangsa yang selama ini berperan besar dalam menjaga stabilitas ekonomi, namun masih banyak menghadapi tantangan seperti keterbatasan upah layak, akses pendidikan keluarga, jaminan sosial, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, menurutnya, negara tidak boleh membiarkan buruh tertinggal dalam agenda pembangunan.
“Jika negara mampu menghadirkan program besar seperti MBG untuk masa depan generasi, maka negara juga harus memastikan buruh sebagai penopang ekonomi bangsa tidak kalah diperhatikan. Kesejahteraan buruh bukan sekadar isu ekonomi, tetapi soal keadilan sosial. Buruh yang sejahtera akan melahirkan keluarga yang kuat, pendidikan anak yang lebih baik, dan masa depan bangsa yang lebih kokoh,” tegas Ginar.
Sebagai Koordinator Keagamaan, Ginar juga menekankan bahwa perjuangan terhadap kesejahteraan buruh sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi keadilan dan penghormatan terhadap kerja manusia. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl ayat 90: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan…” Ayat ini, menurutnya, menegaskan bahwa keadilan sosial, termasuk terhadap kaum pekerja, merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan kebangsaan.
Selain itu, Ginar menghubungkan pentingnya kesejahteraan buruh dengan peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Menurutnya, mahasiswa yang terdidik tidak boleh hanya menjadi penonton dalam persoalan sosial, tetapi harus menjadi pionir, garda terdepan, dan penggerak kebijakan yang berpihak pada rakyat. Mahasiswa harus mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan perjuangan sosial demi terciptanya bangsa yang maju.
“Mahasiswa adalah kekuatan moral dan intelektual bangsa. Ketika mahasiswa terdidik dengan baik, mereka bukan hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab memperjuangkan keadilan sosial. Pendidikan tinggi harus melahirkan keberpihakan, termasuk kepada buruh. Sebab kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh sejauh mana generasi mudanya mampu memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Ginar juga mengingatkan firman Allah dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” Menurutnya, ayat ini menjadi landasan bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuan harus digunakan untuk membangun masyarakat yang adil, bukan sekadar kepentingan pribadi.
Dalam pandangannya, mahasiswa PMII dan generasi muda Indonesia harus mengambil peran strategis dalam memastikan pembangunan nasional tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang berkeadilan-termasuk buruh sebagai fondasi ekonomi bangsa. Negara, mahasiswa, dan masyarakat harus bersinergi agar pendidikan yang maju berjalan seiring dengan kesejahteraan pekerja.
“Indonesia tidak akan benar-benar maju jika buruhnya tertinggal, dan bangsa tidak akan kuat jika mahasiswanya kehilangan keberpihakan. Pendidikan melahirkan pemimpin, buruh menggerakkan ekonomi, dan keduanya harus berjalan bersama. Dari mahasiswa yang terdidik lahir kebijakan yang adil, dan dari buruh yang sejahtera lahir bangsa yang bermartabat,” tutup Ginar.
Melalui pernyataan ini, Ginar Iqro Lil Alamin, S.Pd., menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak cukup dibangun melalui program populis semata, tetapi melalui sinergi antara pendidikan, keadilan sosial, dan kesejahteraan buruh sebagai fondasi utama menuju Indonesia maju, adil, dan bermartabat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer
































































