Kemampuan membaca dan memahami data menjadi semakin penting di tengah banyaknya informasi yang ditemui setiap hari. Namun, kemampuan tersebut masih menjadi tantangan bagi siswa di Indonesia. Hasil PISA 2022 mencatat skor matematika Indonesia sebesar 366 poin, berada di bawah rata-rata negara OECD yang mencapai 472 poin. Salah satu bagian dalam penilaian PISA juga berkaitan dengan kemampuan memahami dan mengevaluasi data, yang menjadi bagian penting dalam literasi statistik.
Gambaran tersebut juga terlihat dari studi awal yang dilakukan tim mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada enam SMA di Kabupaten Kudus. Hasilnya menunjukkan rata-rata kemampuan literasi statistik siswa sebesar 63,07. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan tim melihat perlunya pembelajaran statistika yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberi kesempatan kepada siswa untuk berhadapan langsung dengan data dan persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Selama ini, pembelajaran statistika masih banyak menggunakan lembar kerja, soal cerita, atau data simulasi. Cara tersebut membuat siswa dapat mempelajari konsep, tetapi belum selalu memberi pengalaman untuk mengolah data yang benar-benar berkaitan dengan lingkungan mereka. Karena itu, tim mengembangkan pendekatan pembelajaran yang mengajak siswa aktif mengenali masalah, mencari informasi, mengolah data, hingga memikirkan solusi dari persoalan yang dihadapi.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui Challenge-Based on Deep Learning (CBDL). Secara sederhana, pembelajaran berbasis tantangan mengajak siswa untuk tidak hanya menerima materi, tetapi terlibat dalam menyelesaikan persoalan nyata. Pendekatan ini kemudian dipadukan dengan pembelajaran mendalam yang menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Dengan perpaduan tersebut, pembelajaran tidak hanya mengasah kemampuan berpikir, tetapi juga mendorong keterlibatan sosial dan emosional siswa.
Konsep itu kemudian diwujudkan dalam MENTALYTICS, website pembelajaran statistika interaktif yang dikembangkan oleh empat mahasiswa UNNES. Di dalamnya, siswa diajak mengikuti beberapa tahap, mulai dari memahami persoalan, mengajukan pertanyaan, melakukan eksplorasi, menganalisis data, hingga merumuskan solusi. Salah satu kegiatan yang dirancang adalah menggunakan data mengenai bullying dan anxiety untuk membuat diagram pencar dan melihat hubungan antara dua variabel.
Penggunaan data yang dekat dengan kehidupan siswa menjadi bagian penting dalam pendekatan tersebut. Data yang dikumpulkan melalui angket digunakan sebagai bahan pembelajaran sehingga siswa tidak hanya berlatih membuat grafik, tetapi juga belajar membaca pola dan menarik makna dari data. Dalam prosesnya, siswa dapat berdiskusi dalam kelompok, mengolah data menjadi diagram pencar, kemudian menggunakan hasil analisis tersebut untuk memikirkan langkah yang dapat dilakukan terhadap persoalan yang dibahas.
Pembelajaran di MENTALYTICS juga didukung oleh berbagai fitur digital. Terdapat forum diskusi, aktivitas drag and drop untuk membuat diagram pencar, umpan balik dari sistem, serta MILO, pendamping belajar berbasis AI yang memberikan pertanyaan pemantik dan bantuan secara bertahap. Dengan cara tersebut, teknologi tidak hanya digunakan untuk menyampaikan materi, tetapi membantu siswa menjalani proses belajar dan berpikir selama menyelesaikan tantangan.
Melalui pendekatan tersebut, tim MENTALYTICS menawarkan pembelajaran statistika yang lebih kontekstual dan melibatkan siswa secara aktif. Platform ini telah diterapkan di enam SMA Negeri di Kabupaten Kudus dengan siswa yang menggunakan materi sesuai pemetaan pembelajaran di sekolah masing-masing. Bagi tim, pengalaman tersebut menjadi langkah untuk melihat bagaimana pembelajaran berbasis tantangan dapat digunakan untuk membantu siswa memahami statistika sekaligus belajar memaknai data yang ada di sekitar mereka.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































