Majalengka, 1 November 2025 — Kaderisasi bukan sekadar proses administratif dalam organisasi, tetapi merupakan bentuk pendidikan yang membentuk karakter dan arah berpikir seorang kader. Pandangan ini disampaikan oleh Asep Rifki Maulana Malik, Kaderisasi PW IPNU Jawa Barat, saat menjadi pemateri Ke-IPNU-an II dalam kegiatan Latihan Kader Muda (LAKMUD) IV Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Majalengka di Pondok Pesantren Zahran Riyadul Huda.
Dalam forum tersebut, Asep Rifki mengajak para peserta untuk memahami hakikat pendidikan kaderisasi sebagai proses membentuk manusia berilmu dan berkepribadian sosial. Ia menegaskan bahwa IPNU tidak hanya mencetak anggota yang aktif berorganisasi, melainkan melahirkan kader yang mampu membaca realitas dan berkontribusi untuk masyarakat.
“Proses kaderisasi adalah bagian dari proses pendidikan. Dan pendidikan sejatinya tidak berhenti pada transfer pengetahuan, melainkan transformasi nilai dan karakter,” ujar Asep. Ia kemudian mengutip Plato dalam Republik bahwa tujuan pendidikan bukanlah untuk mengisi jiwa dengan pengetahuan, tetapi untuk membentuk karakter dan membimbing jiwa menuju kebajikan.

Lebih jauh, Asep Rifki menjelaskan bahwa setiap jenjang kaderisasi memiliki makna tersendiri. Makesta membentuk kesadaran dasar berorganisasi, sementara Lakmud menuntut kematangan berpikir dan tanggung jawab moral yang lebih besar. “Naik menjadi kader muda bukan sekadar status, melainkan amanah untuk menjaga kualitas, loyalitas, integritas, dan sinergitas dalam perjuangan,” tegasnya.
Dalam materinya, ia juga mengupas tentang pentingnya memahami sejarah dan kebijakan strategis IPNU, prinsip perjuangan organisasi, serta sistem permusyawaratan IPNU sebagai bagian dari pendidikan demokrasi pelajar. Menurutnya, memahami sejarah gerakan adalah kunci untuk menjaga arah dan idealisme organisasi di tengah dinamika zaman.
Kaderisasi IPNU, kata Asep Rifki, harus berorientasi pada pembentukan manusia pembelajar yang berilmu dan membumi. Ia kembali mengingatkan pesan KH. Tholhah Mansur, pendiri IPNU : “Cita-cita IPNU adalah membentuk manusia berilmu yang dekat dengan masyarakat, bukan manusia calon kasta elit dalam masyarakat.”
“Pesan itu adalah penanda arah kita. Bahwa ilmu tanpa pengabdian hanyalah kesombongan, dan pengabdian tanpa ilmu hanyalah kebodohan. Maka, kader IPNU harus berada di titik tengah: berilmu, berakhlak, dan bermanfaat,” tutur Asep dengan nada reflektif.
Kegiatan LAKMUD IV ini menjadi momentum bagi kader muda IPNU-IPPNU Majalengka untuk memperkuat orientasi intelektual dan moral. Melalui forum tersebut, kader diharapkan tumbuh sebagai pelajar yang tidak hanya cakap dalam berpikir, tetapi juga tangguh dalam mengabdi untuk masyarakat dan bangsa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































