Ternate – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate menerima kunjungan akademisi dari Universitas Khairun, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, dalam kegiatan seminar mini bertajuk “Mengubah Puing Jadi Peluang: Seni Mengelola Emosi dalam Proses Pemulihan Diri”. Materi disampaikan oleh Husnul Hasanah N. Saleh, Dosen Program Studi Psikologi, sebagai bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, Sabtu (22/11).
Dari pihak Lapas Ternate, kegiatan diikuti oleh Kasubbag Tata Usaha Taufik Hadinoto, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Yuslizar, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Presley Yosevin Hutapea, serta Warga Binaan Pemasyarakatan. Seminar berlangsung di aula Lapas dalam suasana interaktif, di mana peserta diberikan ruang untuk berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan emosi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan pentingnya kemampuan mengelola emosi sebagai salah satu kunci pemulihan diri, terutama bagi individu yang sedang menjalani masa pidana. Peserta diajak mengenali berbagai bentuk emosi, memahami pemicunya, serta mempelajari strategi sehat untuk menyalurkan perasaan negatif menjadi energi produktif. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu warga binaan membangun cara pandang yang lebih positif terhadap diri sendiri, masa lalu, dan masa depan.
Kalapas Ternate, Faozul Ansori, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Khairun atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga pendidikan merupakan langkah strategis dalam memperkaya materi pembinaan.
“Seminar ini memberi nilai tambah bagi proses pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan pemulihan diri. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga warga binaan mendapatkan pendampingan yang komprehensif, baik dari sisi moral, psikologis, maupun sosial,” ujarnya.
Kasi Binadik, Yuslizar, menegaskan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan warga binaan.
“Pengelolaan emosi bukan hanya teori, tetapi keterampilan hidup yang harus dilatih secara berkesinambungan. Kami akan mendorong agar hasil seminar ini ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan pembinaan lanjutan, seperti konseling kelompok atau sesi refleksi rutin, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara nyata,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan seminar mini ini, Lapas Ternate menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, tidak hanya pada aspek keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga pada pemulihan psikologis warga binaan. Kerja sama dengan Universitas Khairun diharapkan menjadi awal dari sinergi yang lebih luas dalam mendukung terwujudnya pembinaan yang humanis, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemulihan diri.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”


















































![aisah nur Safitri adalah gadis cilik SMP yang berprestasi dalam bidang seni tari 49 jakarta, Gadis cilik Aisah Nur Safitri, siswa [Nama Sekolah], berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam Kompetisi Tari Tingkat Kota yang diadakan di bidang seni tari. Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswa dari berbagai sekolah di kota. Dengan penampilan yang memukau, Aisah Nur Safitri berhasil memikat hati juri dan penonton. Ia menampilkan tarian yang sangat ekspresif dan penuh energi, sehingga membuatnya menjadi salah satu peserta yang paling menonjol dalam kompetisi ini. " Saya sangat senang dan bangga bisa menjadi Juara Harapan 1 dalam kompetisi ini," kata Aisah Nur Safitri. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada guru-guru dan keluarga saya yang telah mendukung saya sepanjang proses latihan." Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain untuk terus mengembangkan bakat mereka dan mencapai prestasi yang lebih tinggi](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20251109-WA0213-120x86.jpg)























