Butterfly effect ialah istilah gaul yang sering digunakan remaja sekarang. Butterfly effect bermakna bahwa perubahan kecil yang berdampak besar dalam jangka waktu yang lama dalam suatu peristiwa atau kejadian.
Buana Perfilman dan Adrenalin
Buana perfilman telah melahirkan karya-karya yang luar biasa khususnya yang bergenre horor yang sangat menantang hormon adrenalin melalui sinematik yang dirancang dengan baik. Salah satu film horor yang tidak kalah menantangnya ialah film Veronica. Melalui film ini, terbukti bahwa kejadian yang dialami oleh Veronika bermula dari tindakan kecil yang dilakukannya dengan teman-temannya. Tindakan kecil yang tidak disadari menjadi dalang masalah yang kerap berdatangan kepadanya. Karena dia yang mengundang masalah itu, dia juga yang mengusir masalah agar tidak terjadi lagi walaupun telah membuatnya mengalami ketakutan dan teror-teror.
Identitas Film Veronica
Film Veronica adalah film horor supranatural Spanyol tahun 2017. Film yang digadang-gadang terseram sepanjang masa. Francisco Plaza Trinidad atau Paco Plaza menjadi sutradara film ini. Berlatar tahun 1991 di Madrid, Spanyol. Paco Plaza menggaet para pemeran dengan ciri khas masing-masing. Sandra Escacena sebagai Veronica, Bruna Gonzalez berperan menjadi Lucia, dan Claudia Placer menjadi Irene. Ivan Chavero memiliki peran sebagai Antonio, Consuelo Trujillo tampil sebagai Hermana Muerte, dan Angela Fabian bertindak sebagai Rosa serta Carla Campra berlakon memainkan tokoh Diana.
Chema Adeva bermain menjadi Romero serta Miranda Gas menjadi tokoh Rodriguez. Luis Rallo membawakan peran Navarro dan Natalia Mateo memerankan Ibu Rosa. Sonia Almarcha memerankan Dokter, Maru Valdivielso mewujudkan peran Josefa, dan Leticia Dolera berakting sebagai Profesor Sejarah serta Samuel Romero tampil sebagai sosok makhluk. Josu Bravo berlakon sebagai Doble Vero dan pemain pendukung lainnya.
Kisah Nyata di Balik Layar
Mengutip dari intisari-online.com pada Jumat (9/01/2026), ternyata film ini memiliki kisah nyata. Tokoh utama pada kisah nyata, yaitu Estefania Gutierrez Lazaro, seorang gadis yang meninggal mendadak secara misterius setelah menggunakan papan Papan Ouija. Papan Ouija adalah papan yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi ke dunia gaib yang muncul pada abad ke-12 dari Tiongkok. Papan ini dapat digunakan lebih dari satu orang, tetapi tidak dapat mencakup jumlah yang besar. Kepolisian Spanyol tidak dapat menyelesaikan kasus Estefania Gutierrez Lazaro. Sebelum akhir hayatnya, Estefania mencoba melakukan pemanggilan jiwa pacar salah satu temannya yang meninggal akibat kecelakaan.
Saat itu, seorang guru menyela. Asap memasuki hidung dan mulut Estefania. Gadis itu mengalami kejang dan halusinasi selama enam bulan setelahnya. Estefania tidak memberitahu kepada ayah dan ibunya bahwa dia melihat bayangan jahat dari kamar lalu dia dibawa ke dokter oleh orang tuanya. Semenjak kematiannya di rumah sakit, tidak ada yang dapat menjelaskan tentang dirinya secara ilmiah. Kediamannya menjadi horor sebab sering terjadi kejadian yang membuat orang tua Estefania ketakutan.
Sinopsis Film
Pada filmnya yang menjadi tokoh utama, yaitu Veronica. Gadis yang ditinggal mati oleh ayahnya. Ibunya yang berprofesi sebagai pekerja di sebuah bar sampai seharian. Oleh karena itu, dia harus menjaga tiga saudara sedarahnya. Dua saudara kembar yang bernama Lucia dan Irene dan satu saudara bungsu, yaitu Antonio. Veronica belum menerima kejadian yang dia alami. Karena hal itu, dia mengajak dua temannya untuk bermain papan Ouija agar dapat berkomunikasi dengan arwah sang ayah.
Mereka bertiga memainkan Papan Ouija di ruang bawah tanah agar tidak ada yang mengganggu mereka. Ketiga gadis itu berusaha menghubungi arwah keluarga mereka, tetapi di tengah permainan Veronica mengalami kejadian horor karena salah memainkan. Dia menyembunyikan kejadian yang dialaminya dari sang ibu.
Kejadian aneh yang dialaminya berupa kehadiran hal-hal yang tidak masuk akal di rumahnya sehingga dia ketakutan. Selain itu, kejadian itu memberi ancaman terhadap ketiga saudaranya hingga sampai klimaks berupa teror menakutkan dari makhluk berwarna hitam.
Butterfly Effect yang Menyeramkan
Kejadian yang mengakibatkan dampak besar atau butterfly effect dari film Veronica ialah permainan Veronica dengan kedua sahabatnya yang membuka pintu masalah besar untuk berdatangan. Dari hal ini tindakan kecil yang hanya sebatas permainan tanpa disadari membawa mereka ke permainan setan yang sesungguhnya. Teror-teror hingga ancaman menjadi makanan Veronica dan ketiga adiknya sehari-hari. Tidak bisa dipungkiri bahwa kejadian terjadi karena Veronica sendiri. Penyelesaian peneroran setan berakhir ketika Veronica dilarikan ke rumah sakit.
Hal yang sangat memicu adrenalin, yakni akting Veronica yang menganga lebar dengan tiba-tiba. Namun, jika disebut sebagai film horor paling seram sepanjang masa tidaklah sesuai dengan filmnya. Setan yang ada juga bukan menyeramkan. Hanya hantu berwarna hitam. Julukan film paling terseram sepanjang masa hanya pemancing agar pecinta genre horor tertarik untuk menonton film ini.
Tindakan Kecil Berakibat Besar
Film Veronica membuktikan bahwa tindakan dapat mengakibatkan masalah besar yang tidak diharapkan. Bak butterfly effect cerita Veronica mengajarkan agar melakukan sesuatu terlebih dahulu dipikirkan apa konsekuensi yang akan ter jadi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































