Siaran Berita, Yogyakarta, (13/1/2026) – Di balik gemuruh arena pertandingan dan ketegangan kompetisi bela diri, tumbuh kisah-kisah ketekunan yang jarang disorot secara utuh. Dunia olahraga prestasi bukan sekadar tentang menang atau kalah, melainkan tentang disiplin panjang, konsistensi latihan, serta kemampuan mengelola tekanan sejak usia muda. Dari ruang latihan yang sunyi hingga panggung kejuaraan nasional, lahir generasi atlet yang membangun identitas melalui proses panjang dan pengorbanan nyata.
Bahrul Ulum Arrifa adalah seorang mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta sekaligus atlet bela diri karate dan taekwondo asal Bangko, lahir pada 13 April 2007. Ia merupakan alumni SMKN 1 Merangin dan berasal dari keluarga keturunan Jawa Tengah. Bahrul dikenal sebagai atlet muda yang aktif mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, dengan rekam jejak prestasi konsisten pada dua cabang bela diri. Identitasnya sebagai mahasiswa berprestasi dan atlet nasional menjadikannya figur muda yang menonjol dalam bidang olahraga sekaligus pendidikan, dengan capaian yang diakui secara institusional.

Perjalanan Bahrul di cabang karate dimulai dari level daerah dan terus berkembang melalui latihan intensif serta partisipasi rutin dalam kompetisi resmi. Prestasi demi prestasi ia raih, mulai dari juara ketiga karate tingkat kabupaten, juara ketiga dan juara pertama di tingkat provinsi, hingga menembus peringkat keempat karate tingkat nasional pelajar. Hingga kini, Bahrul telah lima kali tampil pada kejuaraan karate tingkat nasional, pengalaman yang membentuk mental tanding, ketahanan fisik, serta kedewasaan dalam menghadapi persaingan ketat antaratlet dari berbagai daerah.
Tidak hanya fokus pada satu disiplin, Bahrul juga menorehkan capaian penting dalam cabang taekwondo. Ia berhasil meraih juara kedua taekwondo pelajar tingkat kabupaten, juara ketiga tingkat provinsi, serta juara kedua taekwondo tingkat nasional. Total dua kali tampil pada kejuaraan nasional taekwondo, ia dua kali pula mencatatkan posisi runner-up nasional. Konsistensi hasil tersebut mencerminkan kemampuan adaptasi teknik serta komitmen latihan lintas cabang bela diri.

Capaian nasional yang diraih Bahrul bukan sekadar statistik prestasi, melainkan refleksi dari pola hidup disiplin yang ia jalani sejak usia sekolah. Ia dikenal mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan tuntutan latihan, sebuah kombinasi yang tidak mudah dijalani oleh banyak atlet muda. Ketekunan itu pula yang mengantarkannya menerima penghargaan sebagai mahasiswa baru berprestasi tingkat nasional pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru, sebuah pengakuan formal atas rekam jejak prestasi yang telah ia bangun sebelumnya.
Kisah Bahrul Ulum Arrifa menghadirkan potret generasi muda yang memilih jalan konsistensi, menjadikan olahraga sebagai medium pembentukan karakter dan pendidikan sebagai fondasi masa depan. Di tengah dinamika kehidupan kampus dan tantangan dunia olahraga prestasi, ia menunjukkan bahwa keberhasilan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dijalani dengan disiplin, kesabaran, serta komitmen terhadap tujuan yang lebih besar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































