Garut, 15 Januari 2026 – MIS Ar-Raudhotun Nur terus bergerak meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan mendasar siswa. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui Program MBG yang menyediakan asupan gizi bagi siswa dengan hidangan sehat dan menggugah selera. Program ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya motivasi dan semangat belajar.
Hadirnya MBG memberikan dampak positif terhadap aktivitas belajar siswa. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi, siswa terlihat lebih bugar, fokus, dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Suasana belajar pun menjadi lebih hidup, karena siswa memiliki energi yang cukup untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pembelajaran.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MIS Ar-Raudhotun Nur, Insan Faisal Ibrahim, S.Pd, menyampaikan bahwa pemenuhan gizi merupakan faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Ia menegaskan, “Program MBG ini sangat membantu madrasah dalam menciptakan kondisi belajar yang optimal. Anak-anak menjadi lebih siap menerima pelajaran karena kebutuhan gizinya terpenuhi, sehingga semangat dan konsentrasi belajar mereka meningkat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, salah satu guru MIS Ar-Raudhotun Nur, Siti Herdianti, S.Pd, turut merasakan manfaat nyata dari program MBG bagi siswa di kelasnya. Siti mengungkapkan, “Kami melihat perubahan yang cukup signifikan. Siswa lebih aktif, tidak mudah lelah, dan lebih bersemangat saat pembelajaran berlangsung. MBG sangat berdampak positif terhadap kesiapan belajar anak-anak,” tuturnya.
Lebih lanjut, Siti menambahkan, “Dengan kondisi siswa yang lebih sehat dan berenergi, proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Guru pun lebih mudah mengajak siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar,” tambahnya.

Melalui Program MBG, MIS Ar-Raudhotun Nur menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan peserta didik. Madrasah memandang siswa sebagai subjek utama pendidikan yang harus dipenuhi kebutuhan fisik, mental, dan emosionalnya secara seimbang. Asupan gizi yang baik menjadi fondasi penting agar siswa memiliki energi, konsentrasi, dan daya tahan tubuh yang optimal dalam mengikuti setiap proses pembelajaran.
Program MBG hadir sebagai bukti nyata bahwa pemenuhan gizi yang tepat mampu mendorong tumbuhnya motivasi belajar siswa secara alami. Siswa yang sehat dan bugar cenderung lebih aktif, antusias, serta memiliki kesiapan belajar yang lebih baik di dalam kelas. Kondisi ini berdampak positif terhadap munculnya perilaku belajar yang produktif, interaksi yang lebih hidup, serta suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Lebih dari itu, manfaat Program MBG juga tercermin pada peningkatan prestasi siswa, baik secara akademik maupun nonakademik. Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang lebih fokus, siswa memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal. Melalui program ini, MIS AR-RAUDHOTUN NUR menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang holistik, humanis, dan berorientasi pada masa depan, demi mencetak generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”





































































