Garut, 28 Februari 2026 – MIS Ar-Raudhotun Nur kembali menunjukkan kepeduliannya dalam membentuk karakter religius siswa melalui penyelenggaraan Program Pesantren Kilat (PASKIL) selama bulan suci Ramadan. Program ini dirancang sebagai sarana pembinaan keagamaan yang bertujuan menciptakan generasi emas yang memiliki jiwa mandiri serta semangat belajar seperti para santri di lingkungan pesantren. Kegiatan Pesantren Kilat ini menjadi salah satu program unggulan madrasah dalam mengisi bulan Ramadan dengan aktivitas yang bermanfaat. Tidak hanya sekadar kegiatan seremonial, program ini difokuskan pada pendalaman ilmu agama secara lebih intensif agar siswa memiliki pemahaman yang kuat tentang ajaran Islam sejak usia dini.
MIS Ar-Raudhotun Nur menyadari bahwa pembentukan karakter siswa harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pembiasaan yang baik. Oleh karena itu, Program Pesantren Kilat dirancang dengan suasana yang menyerupai kehidupan santri di pesantren, di mana siswa diajak untuk belajar dengan disiplin, mandiri, dan penuh kesungguhan. Program PASKIL ini didampingi langsung oleh Ustadz Baban Abdul Rahman, seorang pemuka agama yang dikenal memiliki pengalaman luas dalam bidang keagamaan serta merupakan lulusan dari pesantren ternama. Kehadiran beliau menjadi nilai tambah tersendiri karena siswa mendapatkan bimbingan langsung dari sosok yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren yang kuat.
Dalam kegiatan ini, pembelajaran lebih difokuskan pada pengkajian kitab-kitab dasar yang menjadi fondasi penting dalam memahami ilmu agama. Beberapa kitab yang dipelajari di antaranya adalah Kitab Aqidatul Awam, Riyadhul Badl’ah, Washiatul Musthofa, dan Arba Rosa’il. Melalui pembelajaran kitab tersebut, siswa diajak untuk memahami dasar-dasar akidah, nilai-nilai akhlak, serta tuntunan kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam. Pembelajaran kitab dilakukan secara bertahap dengan metode yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. Ustadz Baban Abdul Rahman menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami, namun tetap menjaga keaslian makna dari isi kitab yang dipelajari. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran, bahkan banyak di antara mereka yang menunjukkan ketertarikan untuk mengenal lebih jauh tradisi belajar kitab sebagaimana yang dilakukan para santri di pesantren.

Ustadz Baban Abdul Rahman menjelaskan bahwa Program Pesantren Kilat ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi siswa untuk mulai mengenal tradisi keilmuan Islam sejak dini. Menurutnya, pembelajaran kitab merupakan bagian penting dalam membentuk pemahaman agama yang benar. “Melalui Pesantren Kilat ini, anak-anak diajak mengenal pembelajaran kitab seperti yang dilakukan di pesantren. Harapannya mereka tidak hanya bisa membaca, tetapi juga memahami ajaran agama dengan baik,” ujar Ustadz Baban Abdul Rahman.
Ustadz Baban juga menekankan bahwa belajar agama di bulan Ramadan memiliki nilai keutamaan yang besar sehingga siswa perlu memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh. “Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat baik untuk memperbanyak belajar ilmu agama. Setiap huruf yang dipelajari akan bernilai pahala, sehingga anak-anak harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Program Pesantren Kilat ini tidak hanya menekankan pada aspek pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap mandiri dan disiplin. Siswa dibiasakan untuk mengikuti jadwal kegiatan dengan tertib, menjaga adab selama belajar, serta saling menghormati satu sama lain. Melalui pembiasaan tersebut, diharapkan tumbuh karakter siswa yang kuat dan bertanggung jawab.
Ketua Yayasan, KH. Adis Abdullah Effendi, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Pesantren Kilat yang diselenggarakan oleh MIS Ar-Raudhotun Nur. Menurut beliau, kegiatan ini merupakan langkah yang sangat positif dalam membentuk generasi muda yang berilmu dan berakhlak baik. “Kami sangat mendukung Program Pesantren Kilat ini karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih mendalami ilmu agama, terlebih di bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini setiap kegiatan belajar akan menjadi ladang pahala,” ujar KH. Adis Abdullah Effendi.
KH. Adis juga menambahkan bahwa pembelajaran kitab sejak dini akan memberikan bekal yang kuat bagi siswa dalam menjalani kehidupan ke depan. “Anak-anak perlu dibiasakan belajar seperti santri agar tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berilmu, dan memiliki akhlak yang baik. Program seperti ini sangat penting untuk masa depan mereka,” tambahnya.
Dengan adanya Program Pesantren Kilat ini, MIS Ar-Raudhotun Nur kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritual siswa. Program ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan generasi emas yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual.
Kontributor : Insan Faisal Ibrahim, S.Pd
Satuan Kerja : MIS Ar-Raudhotun Nur
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































