Banjarmasin — Ruangan di Banjarmasin Creative Hub tidak hanya dipenuhi peserta, tetapi juga gagasan, pertanyaan, dan dorongan untuk berubah. HIMA ELEVATE Vol. 2 hadir bukan sekadar sebagai forum diskusi, melainkan sebagai ruang yang menantang mahasiswa untuk berpikir lebih jauh tentang peran mereka di masa depan.
Sejak sesi dimulai, interaksi berlangsung hidup. Peserta tidak hanya mendengar, tetapi terlibat—mengaitkan materi dengan realitas yang mereka hadapi, mulai dari membangun ide bisnis hingga mengambil keputusan dalam ketidakpastian.
Belajar dari Realitas, Bukan Sekadar Teori
Dalam sesi utama, Ibnu Sina (Presiden ISFO) menekankan bahwa dunia bisnis tidak menunggu kesiapan sempurna.
Ia menggarisbawahi bahwa kepemimpinan lahir dari keberanian untuk melangkah, bahkan saat kondisi belum ideal. Menurutnya, banyak peluang terlewat bukan karena kurangnya kemampuan, tetapi karena terlalu lama menunggu.
Pesan ini menjadi titik refleksi bagi peserta—bahwa langkah kecil yang diambil hari ini bisa menjadi awal perubahan besar di masa depan.
Peserta Lintas Kampus, Perspektif yang Lebih Luas
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti Politeknik Hasnur, STAI Al Jami Banjarmasin, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Universitas Lambung Mangkurat, Politeknik Negeri Banjarmasin, Universitas PGRI Kalimantan, hingga Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia.
Keberagaman latar belakang ini menciptakan dinamika diskusi yang lebih kaya. Setiap peserta membawa perspektif berbeda, memperluas cara pandang tentang kepemimpinan dan dunia bisnis.
Di Balik Acara: Proses yang Tidak Instan
Di balik jalannya acara, terdapat proses panjang yang dilalui oleh panitia. Ketua Pelaksana, Raden Sherin Nabilla Adani, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi tim pelaksana.
Menurutnya, koordinasi, tekanan waktu, hingga pengambilan keputusan di lapangan menjadi bagian dari pengalaman yang membentuk kemampuan kepemimpinan secara nyata.
Arah Organisasi: Lebih dari Sekadar Aktif
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital, Rizky Ramadhani, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah besar organisasi.
Ia menyampaikan bahwa HIMA BD ingin bergerak dengan arah yang jelas—tidak hanya menjalankan program, tetapi memastikan setiap kegiatan membawa dampak.
“Kami ingin HIMA BD menjadi organisasi yang tidak hanya terlihat aktif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya.”
Dukungan Akademik sebagai Penguat
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Koordinator Program Studi Bisnis Digital Politeknik Hasnur, Nadilla Deryza Syofrin, M.M, yang secara resmi membuka acara.
Dalam pandangannya, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengambil peran di dunia nyata.
Kolaborasi untuk Dampak Lebih Luas
Pelaksanaan HIMA Elevate Vol. 2 juga didukung oleh Ambapers,Hasnur Group, Rumah Ratu,Digitaliz,Lumiere,Beli Buah sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa dan pihak eksternal dalam mendukung pengembangan generasi muda.
Sebuah Langkah Awal
HIMA Elevate Vol. 2 mungkin berakhir dalam satu hari, tetapi gagasan yang dibawa pulang tidak berhenti di sana.
Bagi sebagian peserta, ini adalah titik awal untuk mencoba.
Bagi yang lain, ini menjadi pengingat untuk kembali melangkah.
Dan bagi Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital Politeknik Hasnur, ini adalah bagian dari perjalanan panjang,membangun organisasi yang bukan hanya berjalan, tetapi benar-benar berdampak.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


























































