Upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini membutuhkan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di Desa Mojokembang, pendekatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang memanfaatkan kerajinan ecoprint pada totebag, figora dari stik es krim bekas, serta tempat alat tulis dari botol plastik bekas yang dihias dedaunan. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa pengabdian dan guru sekolah dasar (SD) dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan ramah lingkungan.
Dari sudut pandang pendidikan, kerajinan ini tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas seni, tetapi juga sebagai media pembelajaran tematik. Guru SD melihat kegiatan ecoprint dan daur ulang sebagai sarana untuk mengintegrasikan pelajaran seni budaya, pendidikan lingkungan, dan keterampilan hidup. Anak-anak belajar mengenal jenis daun, tekstur, dan bentuk, sekaligus memahami bahwa benda-benda di sekitar mereka memiliki nilai guna jika diolah dengan kreativitas.
Seni ecoprint pada totebag menjadi pintu masuk yang menarik untuk mengenalkan konsep ramah lingkungan. Proses mencetak motif daun secara alami mengajarkan siswa bahwa alam dapat dimanfaatkan tanpa harus dirusak. Setiap totebag yang dihasilkan memiliki motif unik, sehingga anak-anak belajar menghargai perbedaan dan proses kreatif. Kegiatan ini juga melatih kesabaran, ketelitian, serta keberanian bereksplorasi dalam berkarya.

Sementara itu, pembuatan figora dari stik es krim bekas menawarkan sudut pandang berbeda mengenai limbah konsumsi. Stik es krim yang biasanya dibuang, disusun kembali menjadi bingkai hias yang menarik dengan tambahan dedaunan. Dari kegiatan ini, siswa dan masyarakat diperkenalkan pada konsep penggunaan ulang (reuse) secara sederhana. Guru SD menilai kegiatan ini efektif dalam membangun kesadaran anak-anak bahwa sampah bukan selalu akhir dari sebuah barang, melainkan awal dari fungsi baru.
Tempat alat tulis dari botol plastik bekas yang dihias dedaunan melengkapi rangkaian kegiatan kerajinan ramah lingkungan. Produk ini memiliki nilai fungsional yang langsung dapat digunakan di sekolah maupun di rumah. Dari sudut pandang lingkungan, kegiatan ini menjadi contoh konkret pengurangan sampah plastik melalui daur ulang kreatif. Dari sisi sosial, kegiatan ini mendorong kebiasaan memanfaatkan barang bekas secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara mahasiswa pengabdian dan guru SD di Desa Mojokembang menjadi kekuatan utama dari kegiatan ini. Guru berperan sebagai pendamping pedagogis yang memastikan kegiatan sesuai dengan karakteristik siswa, sementara mahasiswa menghadirkan inovasi dan pendekatan kreatif. Sinergi ini menjadikan proses belajar tidak kaku, melainkan menyenangkan dan bermakna bagi peserta.
Lebih dari sekadar menghasilkan produk kerajinan, kegiatan ini menanamkan nilai kepedulian lingkungan, kreativitas, dan kerja sama sejak usia dini. Kerajinan ecoprint totebag, figora dari stik es krim, dan tempat alat tulis dari botol bekas membuktikan bahwa edukasi lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar. Melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif, Desa Mojokembang menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat mampu menjadi ruang belajar bersama yang berdampak nyata bagi generasi muda dan lingkungan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































